Sabtu, 24 Desember 2011

Berkarat, Lusuh, dan Beku

Ketika waktu memutuskan untuk tidak peduli dan pergi menjauhiku, saat itu aku tahu kalau semua yang sudah terjadi akan menjadi berkarat dengan sendirinya. Ya, setiap momen-momen manis itu tidak akan manis lagi. Atau lidahku yang tidak dapat merasa dengan benar? Semua itu bisa saja terjadi. Semua nya telah kuserahkan kepada takdir, yang kutahu tidak akan berkarat. Karena takdir itu abadi. Walau selalu menjadi sebuah permainan tebak-tebakkan yang tidak akan pernah selesai.

Lembar demi lembar telah kuisi dengan tulisan, gambar, bahkan coretan-coretan tak bermakna. Sampai-sampai kertas nya menjadi lusuh. Tak terasa, aku telah sampai di kertas terakhir. Dan mau tak mau aku harus berhenti menulis. Terpaksa. Sebuah kata yang mengharuskan ku untuk berhenti walau perasaanku mengatakan aku harus terus menulis. Namun tak ada lagi kertas kosong yang tersedia untuk kuisi. Padahal masih banyak hal yang ingin kutuangkan dalam setiap lembar buku itu. Terpaksa. Sebuah kata yang menuntutku untuk menutup rapat-rapat buku itu, walau berat rasa nya mengayunkan tanganku untuk menutup buku itu.


Lalu bagaimana nasib ku?


Semua nya telah membeku, semenjak tidak ada lagi api yang berkobar menemani jejak langkahku. Api yang sehari-harinya selalu menghangatkanku. Namun kali ini waktuku habis. Ya, waktu untuk bersamanya. Tak ada kata "Goodbye" atau "See You Later" yang terucap dari mulutmu. Sehingga aku harus menyadarkan diriku untuk mundur pelan-pelan. Terpaksa. Sebuah kata yang memaksaku untuk menyimpulkan sendiri bahwa kamu sudah tidak lagi berada di sisiku. Dan membiarkan semua yang masih ada membeku secara perlahan.



23.06.

Rabu, 21 Desember 2011

The End

Untuk kamu yang sering aku sebutkan dalam tulisan-tulisanku, aku hanya mau memberitahu kalau aku sudah tidak bisa lagi menunggumu karena pintu hatiku sudah tertutup dan terkunci. Aku harap kamu tidak menyesal telah mengulur waktu begitu lama. Dan satu lagi, aku harap kamu bisa bahagia dengan apa pun yang telah kamu pilih, dan pesanku untukmu, cobalah untuk merubah sikap menjadi lebih baik karena kamu tidak akan tahu kalau semua itu mudah untuk dilakukan sebelum kamu mencobanya, serta berhentilah berpikir bahwa orang-orang disekitarmu menilai dirimu seperti orang tak berguna.




Thanks you for everything you gave to me in the past.

Sabtu, 10 Desember 2011

Bacalah Pesanku

Hey kamu...
Ya...kamu yang sedari dulu berdiam diri disana
Kenapa kamu tidak menoleh?
Apa kamu tidak mendengarku?
Aku sudah membisikkan sesuatu kepadamu melalui air, melalui lautan biru yang begitu tenang ini
Yang membentang diantara kita

Oh...
Kamu tetap diam saja tak bergeming
Apa kata-kataku terlalu sulit untuk dimengerti?
Kalau begitu akan ku kirimkan pesanku melalu angin
Angin musim hujan yang membawa aroma tanah basah
Aku harap bahwa angin sudah menerbangkan pesanku

Namun...kamu masih tetap tak bergerak
Seakan tak peduli dengan apa pun di sekitarmu
Apa kali ini pesanku juga tidak sampai?

Mungkin dengan bantuan burung merpati ini akan membantu
Di leher sang merpati telah aku pita suratku
Pita dari bahan chiffon berwarna violet
Yang sangat lembut seperti kapas
Tidak terlalu kencang sehingga membuat sang merpati tetap bisa bernafas
Aku harap kali ini pesanku akan sampai kepadamu

Tapi lihat...kamu sama sekali tidak bergeming
Hey....
Ada apa lagi?
Apa pesanku juga tak sampai?
Atau kamu terlalu tidak peduli untuk sekedar mengintip isi suratku?
Atau....kamu sama sekali tidak tahu bahwa surat itu memang untukmu?

Lalu aku harus bagaimana lagi?
Apa aku harus menyebrangi lautan itu untuk membisikkan langsung kata demi kata yang sedari tadi ingin kukatakan?
Tapi, apa kamu akan tetap berada disana menungguku?
Walau akan menghabiskan banyak waktu?
Dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibirku?

Oh Tuhan...
Tolong beritahu Dia



Di Kamarku - 23.37

Rabu, 07 Desember 2011

Ketika Batas Tidak Lagi Terlihat


Baru saja, sebuah kalimat atau lebih telah membuatku berpikir cukup lama dan dengan hebatnya menyadarkanku akan satu hal yang akhir-akhir ini menjadi sebuah masalah yang merepotkan. Dan buruknya lagi, kalimat-kalimat itu seperti tahu kemana tujuannya dan sangat tepat sekali menuju sasaran. Kalau ada suaranya mungkin kata 'Jleb' akan sangat tepat, serta membuat hati ini mencelos dibuatnya.


"....kamu telah dan terlalu mencintai seseorang yang tidak mencintaimu..."


Seperti ada petir di atas kepalaku yang berhasil membuatku 'sedikit' terguncang. Seakan dia menyindirku dan tahu dulunya aku pernah melakukan hal bodoh itu. Tapi, apa kamu tahu bahwa apa pun yang sedang kamu lakukan itu salah atau benar pada saat kamu sedang jatuh cinta? Bahkan, salah dan benar pun tidak terlihat batasnya. Semua hal terlihat benar. Seperti warna abu-abu, bukan putih, bukan juga hitam.

Kebenaran pun seakan luput dari mata, karena saat itu, kamu tidak peduli mau itu salah atau benar. Karena satu hal yang menurutmu benar hanya mencintainya. Tidak peduli siapa dia, seperti apa dia, dan bagaimana dia. Logika pun seperti menghilang dari tempatnya, dan semua hal seperti diatur oleh perasaan. Telingamu menjadi tuli. Mata pun ikut-ikut bermasalah, semuanya terlihat buram. Dan satu-satu nya hal yang dapat kamu andalkan saat itu hanyalah perasaan.

Namun hal bodoh itu dapat kamu lawan, dan satu-satu nya yang dapat melakukannya hanya dirimu sendiri. Karena hanya dirimulah yang dapat mengontrol perasaan itu. Saranku, jangan terlalu besar memberi cintamu kepada seseorang yang bahkan tidak menyadari kalau kamu memberi perhatian lebih kepadanya. Karena hal itu hanya membuat dirimu lebih bodoh dari dirimu yang memang dengan bodohnya telah memulai untuk mencintainya. Aku harap kalian mengerti maksudku. Dan kebodohan itu akan membuat dirimu berkata 'jika saja...' berkali-kali.

Tapi jangan salahkan dirimu, karena mungkin dari hal itu kamu bisa merasa bahagia. Jadi tidak seluruhnya merugikan bukan? Dan untuk yang satu ini, aku sangat setuju.



Di Rumahku - 20.37. Menulis ini ditemani sekotak coklat. Ada yang isinya kismis, almond, dan kacang mede. Tapi yang kismis dan mede sudah tidak terlihat lagi.

Selasa, 06 Desember 2011

Mungkinkah?


Mungkin. Hanya mungkin, kamu pernah mengunjungi blogku ini. Ya kamu. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang membuatku menulis banyak hal tentang kata yang berawalan huruf C itu? Mungkin aku sok tahu, tapi sesuatu di dalam diriku telah membuatku percaya bahwa kamu mungkin pernah kesini. Hmm... kalau memang iya ini bisa menjadi sebuah masalah baru yang akan sangat merepotkan. Karena bisa saja kamu membaca setiap cerita yang aku tulis. Oh dan buruknya lagi cerita itu menyangkut denganmu. Ya... ini benar-benar sebuah masalah.

Kuharap kalau memang kamu membaca ini, tolong jangan berubah. Tetap menjadi kamu. Kamu yang aneh dan misterius. Dan kalau kamu memang cukup mengerti seperti apa posisiku saat ini, kuharap beri tahu aku secepatnya. Atau kode mungkin?



Aku tidak terlalu berharap kamu membaca ini. Namun kalau memang iya, kamu harus tahu, kalau aku selalu menunggu.



Di Rumah - 17.23.

Senin, 28 November 2011

Dia + Belajar = Patah Hati

Selamat malam para pembaca yang sudah baik hati mau mampir kesini. Kali ini mau posting sedikit sebelum aku tidur. Yah kalau kalian bisa lihat, keadaan ku saat ini sangat menyedihkan dengan kantung hitam yang menggantung di bawah kedua mataku. Bisa dibilang akhir-akhir ini aku sangat kurang istirahat. Yah mau gimana lagi, aku sudah kelas 3 dan sebentar lagi akan menghadapi UAN dan SNMPTN yang terlihat sangat mengerikan dan aku selalu berharap agar waktu berjalan lambat. Mau tidak mau sebagai pelajar kelas 3 aku harus menyiapkan semuanya sendiri, yang berakibat hari-hariku dipadati oleh belajar, belajar, dan belajar. Hmm kalau dihitung-hitung mungkin 3/4 bagian dari seminggu itu diisi dengan belajar, seperti sekolah (memang kewajiban), o-friends (juga kewajiban), dan pendalaman materi (sayangnya juga kewajiban). Bisa disimpulkan semua kegiatan itu tidak mungkin aku tinggalkan seenak jidatku dan dengan rela harus mengorbankan waktu istirahat dan jalan-jalanku. Kalau sudah begini...ya harus pasrah saja, namun terkadang semua itu membuat stress.

Faktor lain yang ikut ambil bagian membuat tubuh ini kelimpungan adalah Dia. Hmm.. Dia juga membuat pikiranku kacau. Karena saat ini aku sedang berjuang memerankan akting sebaik mungkin didepannya, yang memang menuntutku untuk dilakukan. Semua itu aku lakukan agar apa-pun-itu yang sedang aku rasakan cepat menjadi tawar kembali. Aku sudah sangat capek dengan ini semua. Namun aku juga tidak tahu bagaimana mengakhirinya. Tidak mungkin kan tiba-tiba bilang "Dadah" langsung di depan mukanya? Jadi kurasa dengan nemakai topeng cuek, jutek, dan acuh tak acuh adalah jalan terbaik yang akan membuat keadaan menjadi mendingin. Pokoknya prinsipku kali ini, aku tidak mau memulai duluan, dalam konteks apa pun. Lebih baik diam saja, aku tidak peduli kalau Dia berpikiran aku sombong atau apalah, yang terpenting aku bisa menetralisir apa-pun-itu yang sedang aku rasakan.

Kedua hal itu sudah sangat membebani hidupku dan semoga saja tidak ada hal lain yang tiba-tiba datang mau ikut menyusahkan hidupku juga. Mungkin kalau masalah belajar aku masih bisa kompromi karena aku memang membutuhkannya dan aku hanya butuh beberapa hari libur untuk mengobati pikiran yang penuh dengan rumus-rumus. Tapi kalau sudah menyerempet ke masalah Dia, aku tidak tahu lagi harus bagaimana, tidak mungkin kan aku menyuruhnya pergi? Jadi mau tidak mau setiap hari aku harus memakai topeng itu agar Dia tidak bisa melihat apa-pun-itu yang sedang aku rasakan.


*Psst...jangan tanyakan aku siapa 'Dia' ok?


Di Kamar - 22.58

Minggu, 27 November 2011

Oneday, I'll Be There...

San Francisco, USA


New York, USA


Paris, France


London, UK


Te Anau, New Zealand


Montana, USA


Saint Petersburg, Russia


Novosibirsk, Russia


Portland, USA


Istanbul, Turkey


Venice, Italy


Omsk, Russia


Kenapa kota-kota di atas? Hmm... sebenernya gue tau kota-kota itu bukan tiba-tiba tau aja. Yang bikin gue pengen kesana itu karena film, novel, dan jadi ikut suka gara-gara punya sahabat yang juga suka kota itu. Sederhana banget ya alasannya, tapi beneran kok cuma karena itu aja.

Seperti London, Paris, San Francisco, Venice, dan New York, gue suka dan pengen banget datengin kota-kota itu gara-gara pernah nonton film yang berlokasi disana. Mungkin saking bagusnya angle yang diambil sampe-sampe bikin gue nge-fans dan penasaran banget sama kota-kota itu, dan selalu berharap suatu saat gue bisa nginjekin kaki di lokasi syuting film itu.

Lain halnya dengan Saint Petersburg, Novosibirsk, Omsk, Portland, Montana, dan Te Anau. Alasan gue suka kota-kota itu gara-gara baca novel yang latar tempat cerita nya bertempat disana. Penyampaian tiap detail dari kota itu bikin gue tersihir dan langsung mengimajinasikan kota itu. Ga sampe disitu aja, gue juga biasanya langsung nyari di google buat tau kaya apa sih kota itu. Dan langsung jatuh cinta setelah liat gambarnya yang ternyata ga jauh beda dari ilustrasi nya di novel.

Nah kalo Istanbul, gue suka kota itu gara-gara sahabat gue sukaaa bangeeett sama kota itu. Dan gimana gue ga suka kalo setiap saat yang dia omongin cuma kota itu, gimana budaya nya, gimana orang-orang yang tinggal disana, gimana kota itu berjalan, pokoknya all about it deh. Jadi, ga ada alasan buat gue untuk ga suka hahaha.

Selain kota-kota di luar negeri nan jauh itu, gue juga berharap suatu saat bisa datengin setiap kota di Indonesia ini, karena sepertinya kota-kota di negara ini ga kalah keren dari kota-kota di luar negeri. Dan yang paling pengen gue datengin itu Raja Ampat, Bunaken, Bromo, Karimun Jawa, Belitung, Pulau Komodo, dan masih banyak lagi. Sebenernya sih nilai plus yang dimiliki Indonesia kalo dibandingin sama negara-negara lain menurut gue adalah memiliki pantai dan aquarium bawah laut yang amazing parah, pokoknya alam Indonesia itu tak tertandingi deh. Jadi jangan mau kalah sama negara lain kalo negara kita sendiri aja punya aset yang sangat berharga ini!



Di Kamarku - 21.18.

Jumat, 25 November 2011

Flashback

Tak sengaja, kemarin aku membaca ulang sms-sms darimu, yang sangaaaat banyak. Aku tak mengira kalau banyak sekali hal-hal yang sudah kita bagi. Dari hal-hal yang penting sampai yang tidak penting. Dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan.

Hmmm... itu semua sudah terjadi selama 4 bulan, dari bulan Agustus sampai bulan ini. Bahkan saat itu, puasa selama 1 bulan pun tidak terasa, tiba-tiba kita sudah bertukar ucapan lebaran saja, dan kita bertukar oleh-oleh dari kampung halaman kita masing-masing. Kalau boleh tahu, apa rasa keripik apel memang seperti itu ya? Soalnya di lidahku terasa seperti rumput laut, dan kau tahu sendiri lah kalau aku tidak suka rumput laut. Tapi itu tidak masalah, karena aku sangat menghargai usahamu yang lebih dulu mengajakku untuk bertukar oleh-oleh. Karena sebenarnya aku sangat shock saat itu dan kurasa itu benar-benar gila. Aku tidak pernah menyangka nya sebelumnya. Apalagi mengingat kalau saat itu kita tidak terlalu dekat, dan menurutku kamu sangat cuek.

Kembali ke masa sekarang. Tidak banyak berubah, masih seperti dulu. Kita tetap seperti orang bodoh yang diam-diaman, menunggu siapa yang lebih dulu memulai. Dan kalau boleh jujur, aku sangat menikmatinya. Menikmati setiap detik yang berlalu dengan perasaan deg-degan, semangat yang mengalir, dan adrenalin yang selalu ingin meledak setiap kali mata kita saling bertubrukan tanpa sengaja.

Setiap hari, aku selalu berharap bahwa kamu akan sadar tanpa aku beri tahu atau aku tunjukan perasaan itu. Aku bukan perempuan yang berpengalaman dalam masalah ini, jadi tolong jangan paksa aku untuk melakukan hal-hal yang tidak aku tahu. Maafkan aku kalau aku sangat kaku atau jaim dihadapanmu. Semua itu terjadi karena aku malu, aku takut kalau aku akan bersikap konyol dihadapanmu.

Namun sekarang aku sudah bisa menerima semua yang terjadi dengan ikhlas. Kenyataan bahwa kamu memang tidak tahu menahu tentang perasaanku yang sepertinya semakin dalam. Kenyataan bahwa sepertinya semakin jauh saja aku denganmu.

Persetan dengan akhir yang bahagia. Persetan dengan kata 'aku cinta kamu' yang selalu aku tunggu-tunggu untuk keluar dari bibirmu. Persetan dengan harapan bahwa suatu saat nanti kamu akan memberiku boneka, bunga, atau hal-hal manis lainnya.

Semua ini bukan tentang hasil di akhir cerita nantinya. Namun ini lebih tentang setiap momen yang sudah kita lalui bersama dalam proses menuju akhir cerita itu. Dan menurutku, keadaan kita saat ini pun sudah cukup. Dengan melihatmu saja sudah terasa melegakkan, jadi untuk apa berharap sesuatu yang lebih?


Karena terkadang, cinta itu tidak harus memiliki bukan?



Di kamarku - 13.34. Hari ini aku meliburkan diri dan sebal sekali karena aku bangun terlalu pagi. Yang artinya sama saha seperti hari-hari lainnya.

Selasa, 22 November 2011

Tidak Ada Jaminan Dalam Cinta

Lagi-lagi aku terhempas ke tanah yang tak bersahabat itu.

***

Angin membawaku terbang melayang-layang ke langit yang terasa damai. Bermain-main di atas awan yang terasa lembut di kakiku. Dan melucuti setiap pemandangan yang terlihat di depan mata. Terlihat disana bumi yang indah, yang terlihat sangat jauh dari atas sini. Namun sepertinya, aku terlalu terbuai oleh semua keindahan itu, yang terjadi terlalu cepat.

Sekarang semua gambaran akan langit sudah sirna. Tubuhku sedang melayang jatuh ke bumi. Tidak ada angin yang membawaku ke atas. Dan sepertinya aku semakin dekat dengan bumi. Tiba-tiba, semua penglihatanku memudar. Ada suara retakan yang sepertinya berasal dari tubuhku. Semua itu berlangsung sangat cepat, yang aku rasakan hanya rasa sakit yang semakin menusuk-menusuk. Dan sepertinya, aku baru saja pingsan, atau mati.


Di Lab Bahasa - 07.58. Sekarang sedang pelajaran bahasa inggris, di depan kelas terlihat dua orang gadis cantik sedang mempresentasikan penemuan coklat, yang sayangnya hanya segelintir siswa yang benar-benar memperhatikannya. Saya rasa, saya tidak termasuk di dalamnya. Maaf, aku terlalu bosan.

Minggu, 20 November 2011

The Words Tell Everything

Hari ini sudah membaca beberapa kalimat yang membuat saya berpikir cukup lama. Yang pertama:

"Titipkanlah cinta kepada orang yang tepat bukan orang yang sempat."

Kalimat di atas membuat saya teringat akan postingan saya dulu yang pernah mengulas tentang kalimat itu dan yang benar-benar membuat saya kepikiran terus-menerus karena yang menuliskan kalimat itu adalah orang yang akhir-akhir ini membuat saya sering posting blog tentang cinta. Ada sedikit rasa sedih mengingat sebenarnya siapa sih orang yang menurut Dia tepat untuk dititipi cinta itu. Dan dari kalimat itu memberi tahuku bahwa ada kemungkinan Dia sedang jatuh cinta. Tapi dengan siapa? Kepada siapa Dia mau menitipkan cinta nya?

Yang kedua:

"Pe-jatuh cinta nggak akan bisa berhenti untuk nyari kabar. Ngecek bbm bolak balik, refresh timeline sampai habis.. Jatuh cinta itu, gelisah."

Kenapa kalimat diatas membuat berpikir karena seakan menyindirku, seakan tahu apa yang sedang kualami akhir-akhir ini. Kalimat itu memang tepat sasaran, dan aku tidak bisa mengelak. Karena hobiku akhir-akhir ini adalah rajin buka twitter, me-refresh timeline terus-terusan untuk mencari kabarnya. Atau yang lebih tidak mungkin lagi, aku selalu harap-harap cemas ketika mendapat sebuah pesan di handphone ku, karena aku selalu berharap bahwa Dia yang mengirimkan pesan itu. Sepertinya aku baru mendapat arti cinta yang terbaru, yaitu gelisah.

Dan yang terakhir:

"U're the reason that I'm smiling all the time."

Selain gelisah, tersenyum juga salah satu efek dari jatuh cinta kurasa. Karena setiap detik, yang ada didalam pikiranku hanya Dia saja, dan memikirkan setiap hal yang menyangkut dengannya, akan membuatku tersenyum secara spontan dan malu sendiri. Jadi...kesimpulan yang dapat kuambil bahwa memikirkan nya adalah salah satu cara untuk tetap awet muda dan bahagia. Apa aku benar?



Di Kamar - 21.51. Maafkan aku kalau akhir-akhir ini yang aku tulis semua nya tentang cinta. Karena sepertinya kadar cinta dalam diriku sudah terlalu banyak. Ups.

Sabtu, 19 November 2011

Broken

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku


***


Jadi kronologis kenapa gue tiba-tiba nge-post secuplik lirik di atas itu adalah waktu gue bimbel dan pas jam istirahat, speaker nya menyanyikan lagu Pupus dari Dewa 19. Dan ya....liriknya sangat menyindir dan menusuk. Saat itu juga gue merasa sangat....menyedihkan.




Di Kamarku - 00.26.

Jumat, 18 November 2011

Malu-Malu Kucing




Bodoh itu ketika kamu tidak sengaja melihatnya dan dia juga melihatmu, namun kamu berpura-pura tidak peduli dan tetap berjalan melewatinya tanpa menegurnya sama sekali, namun dalam hati, kamu sangat berharap bahwa Dia memanggilmu. Betapa beruntungnya kamu ketika akhirnya Dia memanggilmu. Dan betapa bodohnya kamu ketika kamu menoleh, kamu hanya menunjukkan ekspresi polos atau bodoh lebih tepatnya.

Namun bukan salahmu sepenuhnya bila kamu menunjukkan ekspresi bodoh dihadapannya, ketika Dia mengajakmu berbicara tentang sesuatu yang sederhana dan bagimu itu semua adalah sesuatu yang menakjubkan.

Apalagi ketika menurutmu posisi Dia saat berbicara kepadamu sangat sexy dan wow....membuatmu sulit bernapas. Itu benar-benar bukan salahmu. Melainkan sebuah keuntungan bagimu.

Walaupun bukan percakapan yang panjang, tapi itu benar-benar sesuatu. Karena ketika percakapan itu selesai dan kamu berbalik badan, tiba-tiba saja mukamu menjadi merah, panas, dan tak terasa bahwa kamu sedang membuat senyuman. Dan pastinya dalam hati, kamu bersorak gembira sekali karena yang kamu harapkan baru saja terjadi. Dan tidak mungkin kan kamu loncat-loncat sendirian?

Semua itu memang gila. Ternyata efeknya benar-benar menakjubkan, seperti ketika kamu dalam perjalanan pulang menuju rumahmu dan di sepanjang jalan senyum mu itu tidak mereda sedikitpun bahkan semakin lebar. Dan mukamu menjadi sangat merah dan panas.

Intinya dari semua itu adalah sekecil, sesederhana, se-nggak penting apa pun yang menyangkut dengan Dia akan menjadi sangat menakjubkan, terasa benar dan membuat diri kita lupa akan apa pun. Bahkan dapat membuat kita tiba-tiba menjadi orang terbahagia sedunia. Walau hanya diri kita saja yang tahu. Karena kita tidak tahu apa Dia merasakan hal yang sama juga atau tidak.

Namun ingatlah bahwa cinta itu tidak dipaksa atau memaksa, maka biarkanlah berjalan apa adanya. Anggap saja kejadian seperti ini adalah sebuah bonus yang diberikan Tuhan dari kesabaran kita dalam menghadapi jalan yang ditunjukkan-Nya untuk kita.

Tetap optimis saja, karena mencintai itu bukanlah pilihan melainkan takdir. Mau itu sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan, biarkan Tuhan yang mengaturnya. Karena jodoh tidak akan kemana. Ya kan?



Di Kamarku - 23.21.

Kamis, 17 November 2011

Galauness

Ada apa sih dengan kata 'Galau'? Kenapa kata itu rajin sekali mendatangiku? Dan kenapa harus kamu yang menjadikan alasan kata itu datang kepadaku? Aku heran kenapa kata itu bisa datang kapan saja, dimana saja, bahkan di situasi apa pun. Yah lebih mengherankan, kata itu datang tanpa permisi dulu, tiba-tiba saja sudah masuk ke dalam diriku.

Seperti sedang menonton bola di sebuah stadion yang ramai dan berisik, dikelilingi oleh banyak orang, dimana situasi saat itu sama sekali tidak bisa dibilang santai, dan tiba-tiba saja kata itu mendatangimu. Aneh sekali kan? Padahal kamu sedang tidak sendiri, sedang tidak melamun, sedang tidak mendengarkan lagu-lagu yang mellow, dan sedang tidak memikirkan Dia.

Yah bisa dibilang....sangat aneh, karena dilihat dari situasi nya saja tidak mendukung. Apalagi tempatnya. Jadi sebenarnya darimana kata itu datang? Apa ada yang memaksanya mendatangiku? Atau kata itu sendiri yang memang senang tiba-tiba muncul? Dan satu lagi...bagaimana cara mengusirnya?



"Ya Tuhan, apakah Dia juga merasakan hal yang sama ketika aku merasakan hal ini? Karena akan sangat tidak adil ketika aku saja yang terjebak dalam perasaan ini..."




Di Kamarku - 00.05.

Rabu, 16 November 2011

Sebuah Jawaban

Sepertinya kali ini Tuhan mendengar doaku. Tadi siang, dia menjawabnya. Yah bisa dibilang memang bukan itu sebenarnya hal utama yang aku minta, namun bagiku itu amat sangat cukup. Seakan-akan semua kesabaranku telah terbayar. Terima kasih ya Tuhan, kali ini rencana rahasia mu sama sekali tidak 'Failed'. Dan aku benar-benar senang bahwa Engkau memang tidak tidur.

Akibat dari semua itu berhasil membuat sedikit harapanku tumbuh lagi, dan seperti orang gila aku tidak bisa berhenti tersenyum sendiri. Dan berulang kali mengingat-ingat kejadian itu, yang pastinya membuat muka ku merah karna malu. Yah kalau dipikir-pikir kejadian itu terjadi nya sangat mendadak, sama sekali tidak direncanakan olehku. Kalau boleh jujur, aku memang sering menghayalkan kejadian itu terjadi. Walaupun tidak pernah benar-benar berharap itu akan terjadi. Jadi kurasa, kejadian itu memang sudah menjadi bagian dari rencana rahasia Tuhan.

Mungkin kalian yang membaca ini akan berpikir kalau aku sangat aneh, plin-plan, dan moody. Dalam beberapa postingan blog-ku sebelumnya, aku telah menyatakan bahwa aku akan rela melepaskan nya pergi dan berjanji akan membuang jauh-jauh harapan-harapan apa pun. Namun sepertinya saat ini semua janji itu sedikit goyah dan aku dapat merasakan bahwa ada sedikit harapan yang muncul kembali. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, harus mematikan api harapan itu atau membiarkannya tetap menyala?

Bisa dibilang cintaku kepadamu itu seperti naik Roller Coaster, walaupun sudah dibolak-balik, dibanting kesana kemari, memusingkan, menyakitkan, memabukkan, seru, tapi tetap saja bikin mau naik lagi. Atau mungkin cintaku ini seperti makan sambel, sudah tau pedas tapi tetap saja dilahap juga, karena rasanya hambar kalau tidak pakai sambel. Walaupun mencintai itu menyakitkan, menyiksa, dan membuat bingung, tetap saja pada akhirnya aku akan tetap mencintai nya seperti semula, karena tanpa nya hidupku akan terasa tidak komplit.

Meskipun ada api kecil yang menyala, aku tidak akan berharap terlalu tinggi, karena sepertinya bertahan seperti ini sudah cukup. Aku tidak mau memaksa semua hal harus terjadi sesuai kemauanku atau menggantungkan harapan setinggi langit. Karena aku akan membiarkan semua hal berjalan apa adanya saja sesuai rencana rahasia Tuhan lainnya.



"Semua hal yang menyangkut denganmu itu sangat complicated, namun berkali-kali aku tidak bisa menolaknya..."



Di kamarku - 22.29.

Minggu, 13 November 2011

Love Isn't Just 'Love'



Mencintai....menurutmu mencintai itu apa? Memberikan seluruh jiwamu kepada seseorang yang kamu cintai? Merelakan dirimu dimiliki seutuhnya oleh seseorang yang kamu cintai? atau...membisikannya "Aku cinta kamu"?

Mencintai bukanlah sekedar mencintai saja. Mencintai juga bukan sekedar kata cinta yang dilontarkan dari bibirmu. Mencintai lebih kepada bagaimana kamu memperlakukan orang yang kamu cintai dengan sebaik-baiknya, dengan kasih sayang, dengan cinta. Mencintai berarti rela membagi ruang hatimu dengannya, bahkan seluruhnya. Karena mencintai itu belajar untuk berbagi, untuk adil.

Mencintai juga bukan sekedar perasaan yang tiba-tiba tumbuh saja tanpa kita ketahui. Mencintai berarti berani menerima kekurangan nya, luar dan dalam. Karena sebelum kamu mengatakan 'Cinta', kamu harus memastikan kalau kamu tahu dirinya seutuhnya. Karena mecintai adalah saling mengerti.

Mencintai tidak egois. Mencintai itu membuat orang yang kamu cinta bahagia. Bukannya menganggap nya sebagai tahanan. Yang selalu dilarang untuk ini untuk itu. Karena mencintai tidak membatasi seseorang untuk melakukan hal apa pun.

Namun mencintai tidak selamanya harus berbunga-bunga atau deg-degan. Terkadang mencintai itu menyakitkan. Dimana kamu tidak dapat melepas orang yang kamu cintai itu dari hatimu. Ketika perasaan itu sudah terlanjur tertanam cukup dalam. Karena mencintai itu sebuah pengorbanan, yang harus dilalui dengan hati yang lapang.




Mencintai bukan sekedar kata 'Cinta'. Melainkan bagaimana kamu membuatnya selalu tersenyum walaupun kamu tidak pernah membisikannya "Aku cinta kamu" di telinga nya. Karena mencintai itu ikhlas.




Di Kamarku - 21.07.

If Shoes Could Kill


Ga heran kalo sepatu ini bisa ngebunuh.....ckckck gimana nggak ya kalo sepatu ini punya senjata, dan senjata nya ga tanggung-tanggung yaitu pisau. Yep sepatu ini memang sengaja dibuat seperti sepatu untuk ice-skating, tapi bukan berarti beneran untuk ice skating lho, cuma mirip aja. Dan siapa sih yang akan ice-skating dengan sepatu ber-hak 12 cm seperti ini? Bisa-bisa malah jatuh kali ya....

FYI, sepatu ini di desain dan di produksi oleh rumah mode terkenal yaitu DSquared2 dengan harga yang ga bisa dibilang murah. Sepatu ini terbuat dari bahan kulit berwarna hitam, dan pisau nya terbuat dari metal yang tajam. Hmm...berarti memakainya saja juga harus hati-hati ya.

Kegunaan sepatu ini juga banyak dipertanyakan oleh banyak orang yang menganggap ide ini sangat aneh. Namun kembali ke kita bagaimana untuk menilainya, bisa dianggap sebagai seni juga kan. Jadi, siapa yang berani pakai sepatu ini buat jalan-jalan ke mall, belanja, atau hanya jalan keliling kota? Tunjuk tangan ya!!!

Kamis, 10 November 2011

Rencana Rahasia Tuhan

Ada kalanya ketika hidup tidak selalu menyenangkan. Atau tidak sesuai dengan keinginan. Seperti menjalankan misi yang gagal, padahal sudah melalui berbagai cara, dengan plan A, plan B, dan plan plan seterusnya. Tapi, kalau Tuhan memang tidak menghendaki, ya mau gimana lagi? Kita hanya sebuah titik kecil. Tidak ada apa-apa nya dibanding Dia.

Bila tidak suka dengan rencana Nya, mau tidak mau kita harus tetap ikhlas menerimanya. Namun dalam masalah ini, bagaimana cara nya untuk ikhlas yang benar-benar ikhlas?

Ikhlas itu sulit. Apalagi harus ikhlas untuk melepas pergi seseorang yang pernah membuat hari-hari kita dijalani dengan rasa deg-degan. Padahal orang itu beredar di kehidupan kita, setiap hari. Dan disitulah hal tersulit dari ikhlas, dimana kamu harus terjebak dalam satu ruangan, selama 7 setengah jam sehari, dari senin sampai jumat. Apalagi kalau ada pendalaman materi selama 5 jam setiap hari sabtu. Betapa sering nya intensitas pertemuan yang memang mengharuskan untuk bertemu disaat kita dalam proses untuk mengikhlaskannya pergi. Sangat menyakitkan bukan?

Lagi-lagi walaupun semua itu menyakitkan, kita tidak berhak untuk marah. Karena semua itu Tuhan yang mengatur dan sepertinya semua yang Tuhan lakukan tidak mungkin salah. Kurasa Tuhan punya sebuah rencana rahasia, yang sangat rapat dijaganya. Kita hanya harus sabar dan ikhlas menjalaninya, karena Tuhan tidak akan mempersulit jalan kita. Mungkin dengan berdoa kepada-Nya akan sangat membantu. Semoga saja.

Dan pada detik-detik dimana semua itu terasa sangat menyakitkan, contohnya seperti, melihat seseorang itu sedang flirting dengan perempuan lain di depan mata kita dan kita hanya bisa melihatnya, tidak bisa berbuat apa-apa. Seakan dunia terbalik saat itu juga. Bahkan untuk marah pun percuma. Dia bukan sesuatu yang harus dipertahankan. Terlebih, itu memang hak nya untuk melakukan hal semacam itu. Mau itu di depanku atau di depan orang lain.

Sepertinya aku harus menggaris bawahi kata ikhlas. Karena sepertinya ikhlas memiliki peran penting dalam hal ini. Walaupun terkadang, ikhlas saja tidak membuat rasa sakit itu hilang, hanya berkurang. Namun dari kata itu aku tahu, bahwa Tuhan telah menuntunku ke jalan yang benar, yang telah memberi tahuku bahwa aku telah menyukai orang yang salah. Tuhan benar, aku yang salah.

Tuhan sudah sangat baik. Mungkin kata 'Terima Kasih' saja tidak akan cukup. Dan aku berharap, rencana rahasia Tuhan akan sebanding dengan ini semua. Semoga saja tidak ada kata 'Failed' dalam rencana Tuhan. Amin.



Di Kamarku - 21.49. Hari ini sangat melelahkan. Dan besok ada dua ulangan pada jam pertama dan kedua. Parahnya aku baru 60% siap, jadi aku butuh doa siapa pun yang membaca ini. Terima kasih banyak.

Senin, 07 November 2011

Terima Kasih

Aku menginginkanmu, namun aku tidak ingin....


Mungkin kalian akan berpikir kalau aku orang yang plin-plan. Kata-kata diatas sudah cukup jelas sepertinya. Aku juga tidak mengerti dengan maksud dari kalimat itu. Aku hanya merasakannya saja. Seperti tiba-tiba kalimat itu muncul di dalam kepalaku, memintaku untuk menyetujuinya. Kurasa, dia benar.

Sebagian diriku berkata menginginkan seseorang disana, namun disaat yang bersamaan, sisi lain diriku berkata tidak ingin. Seakan berlomba-lomba untuk menyuarakan keinginannya, yang semakin lama membuat perasaanku ingin meledak. Seperti ada sesuatu yang sudah menggunung. Namun aku tidak bisa begitu saja mengeluarkannya. Semua ini tanpa alasan yang pasti. Hanya karena perasaan saja. Yang sepertinya dikarenakan oleh seseorang disana.

Sebagian diriku yang menginginkan orang itu berkata bahwa aku memiliki perasaan terlalu dalam terhadapnya dan sebaiknya jangan terus-menerus dipendam. Lalu sebagian diriku yang lain berkata kalau hal itu mustahil, sudah tidak ada jalan menuju ke arah itu, dan rasanya memang tidak mungkin.

Mungkin memang sudah saatnya aku untuk melupakanmu. Sudah saatnya menghapus semua memori tentangmu. Dan sudah saatnya berhenti berharap akan sesuatu yang lebih darimu. Karena dengan cara itu saja peperangan batin di dalam diriku selesai. Dan dengan begitu aku bisa berpindah haluan dan mencapai tujuanku, tanpa terbebani oleh perasaan-perasaan ini.



Terima kasih sudah repot-repot mengetik setiap kata-kata, terima kasih sudah meluangkan sedikit waktumu untukku, terima kasih sudah membawakanku keripik apel, terima kasih sudah memberiku semangat, terima kasih atas segalanya. Semua itu sangat manis.




Di Kamarku - 23.11. Ditemani Naif yang sedang menyanyikan Posesif-nya untukku seorang.

Sabtu, 05 November 2011

Sendiri

Aku bersembunyi di dalam kamar. Seorang diri. Tak tahu harus melakukan apa. Hanya menatap langit-langit kamarku dan berguling-guling saja di atas kasur. Dengan selimut menutupi seperempat tubuhku. Yang semakin lama sprei nya menjadi kusut karena ulahku. Udara dingin yang dihasilkan dari AC kamarku semakin menusuk tubuhku. Kesunyian yang menemaniku seakan menjadi teman setia saat itu.

Tak sengaja aku melihat sebuah novel terjemahan yang baru saja kubeli, judulnya Hex Hall. Tanpa basa-basi langsung saja ku sambar. Dan kubolak-balik lembar demi lembar. Tak terasa setengah jam telah berlalu. Kira-kira tak sampai setengah buku yang berhasil aku baca. Tak lama setelah itu aku menjadi bosan dan turun dari kasur untuk mengembalikannya ke tempat semula, yaitu di meja belajarku.

Aku termenung. Memikirkan hal apa lagi yang belum aku lakukan. Tiba-tiba saja aku teringat akan sebuah kuteks yang kubeli berbarengan dengan novel itu. Cat nya berwana pink pucat dengan sedikit sentuhan glitter. Warnanya tidak menarik perhatian karena menyerupai warna kulitku. Namun sangat cantik. Aku mengoleskan nya dengan hati-hati agar tidak belepotan ke setiap jari-jari tanganku. Ketika menunggu kuteks nya kering, kembali aku termenung.

Mungkin mendengarkan lagu bukanlah pilihan yang buruk. Sehingga aku langsung mengambil handphone ku serta headsetnya. Aku mendengarkan musik yang bernyanyi untukku sambil menatap kuku-kuku ku yang telah tercat dengan cantik. Aku lupa tapi kurasa sudah 10 lagu yang terputar. Aku bosan. Dan seperti biasa kembali memikirkan hal apa lagi yang belum kulakukan.

Dan sepertinya tidak ada hal lain yang bisa kulakukan. Semua majalah telah kubaca, aku sedang tidak mood untuk nonton dvd dan malas untuk membuka notebook ku. Dan pada saat itu aku benar-benar merasa sangat kesepian. Benar-benar sendiri. Benar-benar merasa jomblo. Dan entah kenapa saat itu aku sangat mempermasalahkannya. Mungkin hal itu akan berlangsung terus selama aku menjomblo dan aku berpikir betapa menyedihkannya hidupku.

***

Kuteks, novel, musik, majalah dan dvd adalah sahabat terbaik wanita. Namun ada kalanya ketika semua itu terasa tidak berguna disaat seorang wanita membutuhkan sebuah kasih sayang dari seorang lelaki. Kita memang sudah dihujani kasing sayang yang banyak dari keluarga, namun jenis kasih sayang itu berbeda. Aku juga tidak tahu apa yang membedakannya, hanya saja....berbeda. Bisa dibilang yang dibutuhkan saat itu adalah seorang pelindung. Dan memang benar, wanita SANGAT butuh pelindung.



Jadi kalau begitu.....dimana pelindungku saat ini?




Di Kamarku - 22.23. Terdengar suara takbir yang saling bersaut-sautan diluar sana. Entah dari masjid mana, yang pasti banyak sekali. Yak benar, besok Idul Adha, dan betapa tidak beruntungnya aku karena bsk tdk bisa ikut sholat Ied karena tamu bulanan yang datang diwaktu yang tidak tepat. #deepsigh

Rabu, 02 November 2011

Langit Dan Awan

Siang itu, langit kelabu kembali datang
Memberi pesan bahwa hujan akan segera menyusul
Angin dingin mengusap wajahku
Memainkan anak rambutku yang tak terikat

Aku sedang sendiri
Menatap ke garis horizon
Mengamati awan-awan yang pergi berarakan
Meninggalkan langit sendiri

Sepertinya langit sedih
Dia kesepian
Sehingga air mata nya jatuh tak terbendung
Mengalir banyak sekali
Aku kasihan melihatnya

Lalu aku memanggilnya
Dia hanya menatapku
Aku berniat menawarkan bahuku
Terlihat bibirnya membentuk senyuman

Aku bertanya, "Kenapa kamu bersedih?"
"Aku merasa tidak lengkap" jawab sang langit
Aku sama sekali tidak mengerti, "Maksudmu apa? Aku tidak mengerti"
Lalu dengan tersedu-sedu sang langit menjelaskan semuanya
Dia bilang, "Aku dan awan selalu berdampingan, tetapi baru saja awan meninggalkanku sendiri disini"
Aku menghiburnya sampai tangisnya mereda

Langit masih bersedih
Dia kebingungan
Aku pun menghiburnya
Dia sangat senang
Dan tersungging senyuman tipis di bibirnya



Di Kamar - 23.14. Malam ini entah kenapa aku ingin bercerita banyak sampai-sampai aku diam-diam meminjam hp adikku untuk membuka internet karena pulsaku habis.

Jatuh Cinta

Jatuh cinta. Menyimpan banyak arti yang tersembunyi. Tergantung darimana kita menilai dan memahaminya. Aku saja tidak tahu seperti apa itu jatuh cinta. Aku tidak pernah melihatnya, bahkan menyentuhnya. Apa jatuh cinta itu rasa nya seperti mendapat sesuatu yang kita damba-dambakan? Apa jatuh cinta itu sebuah permainan yang kalau bosan dengan mudahnya dapat ditinggalkan? Atau....apa jatuh cinta itu rasanya seperti kopi? Rasanya manis sekaligus pahit?

Aku memang tidak pernah melihatnya dan menyentuhnya, namun aku pernah merasakannya. Sedang. Namun aku tidak tahu jatuh cinta apa yang sedang aku alami. Tapi yang pasti, aku akan bertingkah sangat bodoh atau jaim bila berada di dekatnya. Aku akan tergagap ketika berbicara dengannya. Aku akan melihat kesana-kemari ketika Dia sedang menatapku. Aku akan mencari-cari sosoknya diantara kerumunan orang-orang. Bahkan aku selalu melihatnya diam-diam selama jam pelajaran. Jadi, jatuh cinta apa ini?

Mungkin sebenarnya jatuh cinta itu adalah setiap hal selalu bersangkutan dengan Dia. Tak peduli hal apa yang sedang kita lakukan. Tak peduli seberapa penting hal yang sedang kita kerjakan. Pasti, namanya akan selalu ada di dalam pikiran. Seakan dengan memikirkannya kita dapat merasakannya berada di dekat kita. Dan secara tak langsung telah menyemangati setiap hal yang sedang kita lakukan.

Tapi...apa jatuh cinta harus saling memiliki? Dan kenapa jatuh cinta harus saling memiliki? Pertanyaan itu selalu muncul akhir-akhir ini tanpa kuminta. Aku bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Namun satu hal yang kutahu, bahwa jatuh cinta itu tidak bisa dipaksa dan memaksa. Karena jatuh cinta adalah sebuah persetujuan dari dua pribadi yang berbeda. Ibarat sepatu yang selalu berdampingan, kanan dan kiri. Yang tidak akan berguna bila salah satunya hilang.

Jatuh cinta adalah harapan. Harapan yang datang dari setiap orang yang merasakannya. Terkadang harapan itu tidak selalu terjawab sesuai keinginan. Pada akhirnya, rasa kecewalah yang menggantikannya. Namun rasa kecewa itu tidak mungkin akan langsung membunuh harapan itu. Karena harapan-harapan tersebut terbentuk dari perasaan yang kuat. Dan aku mengerti bagaimana rasanya, karena ya....aku sedang mengalaminya juga.

Seperti namanya, jatuh cinta, kita memang terjatuh. Namun tergantung kita jatuh ke lubang yang mana. Ketika harapan itu terjawab, kita akan terjatuh ke lubang kebahagiaan. Sebaliknya, jika harapan itu digantungkan terlalu tinggi dan tidak terjawab maka kita akan jatuh ke lubang kesedihan. Maka berhati-hatilah. Jangan bermain-main dengan jatuh cinta.


Kurasa aku tidak salah ketika aku bilang jatuh cinta mempunyai banyak arti. Dan tentunya sangat membingungkan dan merepotkan. Jadi kusarankan, ketika kamu sedang jatuh cinta, berhati-hatilah jangan sampai tersesat.



Di Kamar - 21.48.

A Moment

Hari demi hari telah terlewat tanpa kusadari. Betapa sibuknya pikiran ini sampai-sampai setiap hal yang kualami tak terasa. Aku sudah maklum dengan langit yang cengeng. Dengan cuaca yang sama sekali tidak seperti Jakarta. Dengan udara musim hujan yang setiap hari menggelitik kulitku. Walau terkadang sangat menyebalkan disaat aku harus berangkat sekolah. Tapi tak apalah, aku sangat menyukai suasana ini. Seakan mereka memberitahuku kalau sekarang sudah berganti bulan. Lagi.

Yah... sekarang sudah masuk bulan November. Sudah berbulan-bulan berlalu sejak momen itu terjadi. Baru akhir-akhir ini aku sadari kalau semua hal yang bermasalah diantara kita sudah dimulai sejak saat itu. Mungkin kalau saat itu tidak terjadi, aku tidak akan seperti ini. Aku merasa seperti orang bodoh yang terjatuh ke lubang yang sama berkali-kali, walau aku sudah tahu konsekuensi nya. Namun lagi-lagi, aku terlalu terbuai oleh semua yang ada pada dirimu. Dan sulit rasanya untuk menolak.

Mungkin memang kamu hanya sebuah titipan saja, yang tidak sengaja dititipi kepadaku, yang sewaktu-waktu dapat diambil lagi. Yang artinya, aku tidak berhak memilikinya.



Di Kamar - 20.57. Aku baru saja menyelesaikan membaca sebuah novel terjemahan yang lumayan tebal. Dan kalau kamu mau tahu, aku sedang kedinginan, karena entah kenapa AC kamarku menjadi sangat dingin. Atau karena cuaca nya diluar sedang hujan? Hmm siapa tahu.

Minggu, 30 Oktober 2011

Sang Langit

Sekarang, tidak ada lagi cerita antara aku dan kamu. Tidak ada lagi harapan-harapan yang aku gantungkan di langit. Karena sepertinya, langit tidak menginzinkan. Langit bilang, kamu tidak cukup baik untukku dan aku hanya akan terluka jika tetap menggantungkan harapan-harapan itu. Langit benar dan tak ada alasan lain untuk menyangkalnya. Tapi....apa aku akan lebih bahagia bila hanya menatapmu dari belakang? Oh langit.....jawablah pertanyaanku.

Mungkin saat ini hanya langit yang mengerti perasaanku. Dia menangis hampir setiap hari, seakan tahu apa yang sedang aku perjuangkan di dalam hatiku. Bukan berarti aku juga menangis. Bahkan yang aku rasakan lebih dari itu, aku tidak bisa menangis. Hanya sesak yang aku rasakan. Dan aku selalu mencari cara untuk melepas rasa itu. Mungkin kalau rasa itu bisa dilepas dari hatiku, aku akan langsung membuangnya ke tong sampah. Berharap setelah itu semua akan kembali seperti biasa dan hanya perasaan bahagia yang mengisinya kembali.

Seperti nya itu semua hanya sebuah hayalan. Karena saat ini perasaan itu masih betah tinggal didalam hatiku. Hari-hariku pun kelabu seperti langit akhir-akhir ini. Aku tidak benci langit yang berwarna kelabu, hanya saja suasana mendung dan wangi hujan yang membuatku merasa sendiri. Mungkin untuk yang satu ini aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Aku masih bisa menikmatinya dengan secangkir kopi dan sebuah novel terjemahan yang dengan baik hati menemaniku dalam kesunyian.

Hujan pun turun. Langit menjadi sangat cengeng. Dan aku menjadi sangat melankolis dibuatnya. Termenung dan diam saja. Sambil menghirup wangi tanah yang terkena hujan yang seenaknya menerobos masuk ke kamarku. Baiknya kelewatan. Semua itu lucu dan menenangkan. Namun tiba-tiba aku terjebak dalam nostalgia. Aku terbawa ke masa-masa dimana masih ada cerita antara aku dan kamu. Membandingkannya dengan keadaan saat ini yang sangat berbeda.



Ternyata selama ini langit mencoba menyadarkanku dan membawaku keluar dari lubang kesedihan. Langit terus-menerus menasihatiku dan menghiburku. Aku tak mengira kalau langit akan sebaik itu. Dan baru saja langit membisikkan sesuatu kepadaku, dia bilang "Hai Gadis Manis, kamu harus menjadi dirimu sendiri dan tampil dengan secantik dan semenawan mungkin, agar seseorang yang telah menyianyiakanmu sadar kalau dia telah melepas perempuan yang sangat berharga...".



Rumah - 13.40. Aku hanya bermalas-malasan saja di rumah karena aku terlalu malas untuk menyentuh tugas sekolah yang segunung dan terlalu malas untuk berjalan kemana-mana.

Kamis, 27 Oktober 2011

Gadis Kecil

Di depanku terhampar pohon-pohon cemara yang saling berdampingan
Dari tempatku berdiri juga terlihat pegunungan yang ujungnya tertutup es
Ya...sekarang sedang musim dingin dan semua nya tertutupi salju
Udara beku menyapaku perlahan, memainkan rambutku
Namun aku sudah siap dengan pakaian musim dingin yang sangat tebal
Tak lupa aku memakai sarung tangan serta sepatu bot coklatku

Untuk beberapa menit, semua itu membuatku terbisu
Membuatku termenung memikirkan suatu hal
Namun kebisuan itu tak berlangsung lebih lama
Karena tiba-tiba saja, ada seorang gadis kecil yang menghampiriku

Dengan senyuman khas anak kecil dan sorot mata jenaka
Dia menyapaku dengan sangat riang
Tapi sepertinya dia tahu kalau aku sedang sedih
Seketika itu juga, dia menggenggam tanganku
Lalu dia berkata, "Jangan bersedih ya Ka, mungkin Kaka harus lebih berwaspada menjaga hati Kaka...". Ucapnya sambil menunjuk dada.
Aku hanya diam, memikirkan ucapaan Gadis Kecil itu.
"tunggu saja Ka sampai yang terbaik datang, jangan menitipinya pada orang lain." Lanjutnya masih menggenggam tanganku.
Aku masih termenung mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Gadis Kecil itu.

Gadis itu tersenyum
Lalu melepas genggamannya di tanganku
Dan dengan telunjuk mungilnya, Dia menunjuk ke kejauhan
"Seseorang sedang menunggu hati Kaka, namun bukan sekarang.". Setiap kata yang keluar, semakin membuatku bingung.
Aku masih melihat ke kejauhan sambil mencerna kata-kata Gadis itu.

Aku berniat untuk meminta penjelasan dari Gadis itu
Karena aku sama sekali tidak mengerti
Dan baru aku sadari kalau aku sendiri
Kemana Gadis Kecil itu pergi?
Rasa penasaran dan gelisah semakin mnjadi-jadi

Aku memutuskan untuk pulang
Sehingga aku berjalan menuju mobil yang aku parkir di dekat danau
Ketika aku sedang menyalakan mobil
Terlihat secarik kertas berwarna merah muda di kursi sampingku
Aku membuka nya dan ternyata itu sebuah surat

Begini isinya:
Percayalah, di tempat lain ada seseorang yang menunggumu untuk mendapatkan hatimu. Jadi jagalah jangan sampai menitipkannya ke orang lain yang membuatmu bersedih.



Seusai aku membacanya
Tak sengaja aku melihat sebuah tulisan yang sudah pudar
Atau memang sengaja ditulis seperti itu
Yang tertulis di bagian depan surat
Kata-kata itu bertuliskan "Peri Salju" dalam tulisan sambung
Dan seketika itu pula, tuisan itu menghilang
Tanpa bekas sedikit pun





Kamar - 23.22.

Shock itu...

Shock itu ketika tiba-tiba di atas meja makan ada undangan pernikahan, dan setelah lo baca yang nikah itu adalah teman main waktu lo kecil yang umur nya beda 1 tahun sama lo, dimana skrg lo masih kelas 3 SMA.

Ellie Saab RTW S/S '12

Kalo bicara tentang fashion memang tidak ada habisnya. Setiap musim pasti muncul lagi yang terbaru. Tentunya, setiap designer tidak mau kalah untuk menunjukkan ke-eksistensian dan ke-popularitasan mereka dengan cara menghasilkan karya-karya terbaru mereka. Dan pastinya semua itu tidak main-main, karena mayoritas konsumen mereka adalah artis-artis Hollywood ternama.

Dan baru-baru ini baru saja dilangsungkan Fashion Week 2012 yang tersebar di 4 kota fashion terbesar dan yang paling terkenal di dunia, yaitu New York, Milan, Paris dan London. Semuanya tersebar merata dan tidak pernah sepi dari para artis-artis Hollywood, fashion blogger, sosialita, dan reporter-reporter dari majalah fashion di seluruh dunia.

Designer-designer kenamaan di dunia semuanya ikut ambil bagian di Fashion Week, dan beberapa diantara nya yang menjadi favorit saya antara lain: Moschino, Louis Vuitton, Valentino, Vivienne Westwood, Salvatore Ferragamo, Gucci. dan Elie Saab. Tapi diantara nama-nama tersebut yang paling menarik perhatian saya adalah Elie Saab. Kenapa? Karena di musim ini, Elie Saab meluncurkan baju-baju yang tidak hanya cukup diberi 2 acungan jempol, tapi ribuan acungan jempol. Saya tidak berlebihan mengatakannya, karena memang begitu nyatanya.

Mungkin kamu penasaran seperti apa sih mereka itu, nah disini saya mau berbagi sedikit foto-foto runway dari Elie Saab yang semuanya adalah favorit saya diantara 46 look. Jadi, mari semuanya hitung mundur....3...2...1!













Pssst...denger-denger Gaun yang berwarna mustard itu adalah favorit orang-orang yang menonton langsung runway ini lho. Gak heran sih karena memang gaun nya bagus. Jadi tidak sabar ya untuk menunggu musim selanjutnya untuk melihat karya-karya terbaru dari Elie Saab. Jadi...kita tunggu saja!!!



Ohya mungkin kamu masih penasaran seperti apa sih ke 46 look lainnya, mudah kok, tinggal klik saja. Jadi teman-teman, look mana yang menjadi favoritmu?




Rumah - 17.04. Aku baru saja pulang sekolah dan langsung menuju komputer untuk menulis blog ini. Selamat sore :)

My Instagram


Ayoo...mari....di folllow!

Rabu, 26 Oktober 2011

Titipan Dari Allah

Semua yang telah terjadi di antara kita bukanlah hal biasa, bagiku. Semua itu terlalu manis, kurasa. Dan sekarang, sudah berbulan-bulan berlalu sejak semua itu terjadi. Aku sudah mengikhlaskan kamu untuk pergi dan mencoba untuk memikirkan hal lain.

Namun tetap saja, goresan masa lalu itu masih membekas di hatiku. Aku terlanjur sayang. Dan pada akhirnya akulah yang tersiksa. Sedangkan kamu, entahlah, aku tidak dapat menebaknya.

Walau aku sangat menyayangimu, dulu sampai sekarang, aku tidak bisa memilikimu. Aku tidak mau. Entahlah, semua itu hanya terlalu berlebihan kurasa. Sudah cukup bagiku untuk melihatmu setiap hari. Dan menurutku, semua itu sudah lebih dari cukup.

Pada malam-malam dimana aku sangat merindukanmu, satu-satu nya yang aku inginkan adalah menerima sms darimu, atau paling tidak melihat kamu muncul di timeline twitterku. Aku tidak berharap lebih, karena memang tidak mungkin terjadi sesuatu yang lebih dari itu. Dan pada malam-malam dimana kamu tidak ada di timeline, aku benar-benar kecewa, seakan-akan aku ditinggal sendiri di suatu tempat yang sepi.



Jadi hanya sebatas itu saja perasaanku. Aku tidak ingin memilikimu. Bahkan kamu bukanlah sesuatu yang dengan seenaknya dapat dimiliki orang lain. Aku tidak punya hak apa-apa.



Kini aku paham, kalau kamu ada bukan untuk dimiliki, melainkan sebuah titipan dari Allah.



Rumah - 18.14. Aku sedang duduk di depan monitorku dan dengan tidak sabar menunggu pizza pesananku datang.

Selasa, 25 Oktober 2011

Dilema

Aku berada di suatu tempat, dimana aku harus berpikir dan merenungkan setiap hal yang akan aku lakukan selanjutnya. Sebelumnya, aku mengira ini akan dengan mudah terlewati. Namun aku salah. Aku terjebak diantara 2 hal terpenting dalam hidupku. Aku harus memilih dan dengan segera menjatuhkan pilihan. Aku tidak boleh salah.

Aku sadar bahwa aku sedang berhenti di suatu persimpangan jalan. Kalau kamu mau tahu, aku sedang bingung. Di depanku terbentang dua jalan yang saling bertolak belakang. Aku tahu mereka akan menuju kemana. Keduanya sama-sama penting bagiku. Namun aku hanya boleh memilih salah satunya.

Di sebelah kanan ku, terbentang jalan menuju tempat dimana hal-hal yang aku sukai berada. Aku tahu, aku akan sangat bahagia bila kesana. Hari-hariku akan dengan ringan kulewati. Karena semua itu adalah passion-ku, dan aku sangat mencintai nya. Aku dapat membayangkan masa depan yang selama ini aku inginkan terwujud.

Sedangkan di sebelah kiriku, terbentang jalan menuju masa depan yang dinginkan kedua orang tuaku. Mungkin aku akan membuat mereka sangat bangga padaku dan bahagia apabila aku memilih jalan itu. Tapi aku tidak yakin bahwa aku akan dengan mudah menjalaninya. Karena semua itu bukanlah hal utama yang aku inginkan.

Aku masih berada diujung jalan itu. Banyak hal muncul didalam pikiranku, seakan mereka sedang merayuku. Aku semakin bingung dibuatnya. Serta banyak perasaan berkecamuk didalam hatiku, yang menyuruhku untuk segera memilih.

Aku tahu, aku akan sangat jahat dan egois apabila aku memilih jalan di sebelah kananku. Kedua orangtua ku akan sangat kecewa, walaupun kuyakin mereka tidak akan dengan terang-terangan memperlihatkannya. Namun, aku aku akan sangat bahagia.

Namun bila aku memilih jalan disebelah kiriku, aku akan membuat kedua orangtuaku sangat bahagia. Aku tahu bahwa itu semua adalah impian terbesar mereka untuk melihatku menjadi seseorang yang mereka inginkan di masa depan. Karena dengan begitu, keluargaku akan dipandang lebih tinggi oleh orang lain. Namun tetap saja, itu semua bukanlah keinginan utamaku. Aku tidak yakin apa aku bisa bahagia.

Aku masih berada di tikungan itu, yang lama-kelamaan semakin sepi dan sunyi. Dan tiba-tiba saja dari dalam hatiku terdengan suara, "Sekarang begini saja, kamu mau membahagiakan kedua orang tuamu atau menggapai cita-citamu?". Mungkin lebih baik aku tetap tinggal lebih lama lagi di tikungan itu untuk memikirkan dan memahami pertanyaan itu.




....Ya Allah, tuntunlah aku ke jalan yang benar, ke jalan yang dapat menuntunku kepada kesuksesan di masa depan. Dan tentunya ke jalan yang engaku ridhoi. Kemana pun itu, kuharap itu adalah jalan yang terbaik untukku. Ya Allah, untuk kali ini, tolong dengarkanlah doaku. Terima kasih....




Di kamar - 23.22

Senin, 17 Oktober 2011

Boyish Alert



Last night Katy Perry on her performance at UK X Factor, wore a crepe jump suit from The Moschino Cheap and Chic Spring/Summer 2012 pre-collection.

Sepertinya tren gaya boyish sedang muncul lagi ya di akhir tahun ini. Tidak ada salahnya bila wanita memakai pakaian dengan sentuhan boyish. Buktinya tetap terlihat cantik dan sexy walaupun terbalut pakaian pria. Dan Katy Perry berhasil melakukannya. Rambut yang nge-pink itu seakan menyeimbangkan gaya maskulin dan boyish nya. Jadi tidak terlihat monoton dan membosankan, kan?

Bila kita memiliki warna rambut gelap, seperti kebanyakan orang Indonesia, mungkin lebih baik memilih warna pakian yang terang, seperti silver, gold, namun tidak mencolok tapi tetap glamor. Dengan memakai high heels berwarna merah darah atau statement shoes lainnya, yang bisa menyeimbangkan kesan maskulin dari pakaian tersebut.

Gaya ini juga cocok untuk acara-acara semi-formal dan formal. Karena memberikan kesan rapi dan high class tentunya. Bisa menjadi alternatif pakaian apabila tidak ingin memakai gaun.

Jadi, apa ada yang tertarik dan berani untuk mencontek gaya Katy Perry diatas? Tidak selamanya sexy itu dengan cara menunjukan banyak kulit dan minim, atau ketat. Tapi dengan gaya boyish pun bisa dan tidak sulit.



Di kamarku - 21.17. Aku sedang bermalas-malasan di kamarku yanh sekarang sedang gelap karena sengaja aku matikan lampunya. Tentunya dengan ditemani iPhone ku. Terdengar Adele sedang menyanyikan Someone Like You nya untukku.

Minggu, 16 Oktober 2011

...inspirasi hilang ketika kita tidak sedang jatuh cinta...




Taken from Perempuan Sore

Sabtu, 15 Oktober 2011

Bad Day

Hari ini aku sangat sedih dan resah. Aku benar-benar tidak mendengar sedikit pun kabar darimu. Aku tidak menyalahkanmu. Memang seharusnya seperti itu. Karena itu bukan kewajibanmu untuk memberitahuku.





Aku dan kamu, berjalan ke arah yang berbeda. Aku dan kamu, tidaklah satu. Karena, tidak ada ikatan apa pun yang mengikat kita.






Rumah - 21.18. Aku sedang di rumah sendirian. Papa dan mama sedang ber-malam mingguan. Adikku sedang menginap di rumah sepupuku. Dan aku dengan sangat mengenaskan, hanya bisa berpacaran dengan komputer.

Jumat, 14 Oktober 2011

Penawar Terbaik

Aku benci perasaan ini. Perasaan yg secara diam-diam tumbuh kembali, telah membuat diriku sangat bingung. Aku tidak tahu kenapa ini terjadi lagi. Padahal aku telah menguburnya dalam-dalam. Sia-sia saja kurasa, dinding yang telah kudirikan telah retak, belum runtuh. Tapi akan, aku hanya tinggal menunggu kapan dinding itu akan runtuh.

Aku terperangkap dalam perasaan dimana hanya aku saja yang merasakannya. Aku ingin berbagi, namun aku ragu mereka mau mendengarkan dan mengomentari dengan bijak. Aku bingung. Aku tersesat. Aku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri. Aku berjuang untuk menolaknya, namun semakin keras aku berjuang, perasaan itu semakin kuat. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.

Rasanya campur aduk. Aku sendiri tidak tahu apa ini. Mungkin aku telah teracuni oleh mu. Dan kurasa hanya kamu saja yang tahu bagaimana mengobatinya. Kamu telah menanam perasaan itu sangat dalam. Bahkan aku baru menyadarinya. Aku tidak tahu apakah aku telah meracunimu juga atau tidak. Aku tidak tahu apakah aku telah menanam perasaan itu juga di dalam dirimu. Kurasa kita sama-sama tidak tahu. Hanya Tuhan lah yang tahu tahu.



Aku sangat butuh penawar. Tapi aku hanya mau kamu yang mengobatinya. Karena aku percaya bahwa kamulah penawar racun itu.





Sekolah - 12.15. Sekarang sedang istirahat solat jumat. Kelas hanya terisi oleh murid-murid perempuan. Kulihat mereka sedang bermain kartu, sebagian belajar, dan sebagian lagi hanya mengobrol dengan lawan bicara nya. Aku sama sekali tidak tertarik dengan semua itu. Dan pada akhirnya hanya iPhone-ku saja yang menemani.

Kamis, 13 Oktober 2011

Bukan Permainan

Kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat sendiri ya? Padahal aku sudah 17 tahun single. Tapi kenapa baru sekarang aku sangat ingin melepas status itu? Mungkin karena aku dikelilingi oleh temn-teman yang sudah memiliki pasangan. Dan aku merasa iri. Sangat iri. Dan tentunya merasa sangat sendiri, karena mereka sibuk dengan pasangannya masing-masing.

Aku sudah sangat puas melihat dan mempelajari kehidupan di sekitarku. Ada banyak jenis cara untuk saling mengasihi. Dari yang sangat protektif sampai yang sangat cuek. Semua nya ada. Namun banyak dari mereka yang hanya cinta-cintaan saja. Mungkin mereka tidak ingin dibilang tidak laku. Buktinya, banyak yang hanya bertahan beberapa bulan saja atau sampai setahun namun aku lihat mereka tidak saling mengenal cukup dalam. Aku sangat mengerti semuanya.

Dan aku menganggap cinta yang mereka miliki hanya main-main saja. Sekedar untuk mengisi kekosongan. Dan aku sangat benci dengan ungkapan itu. Seakan-akan cinta bukanlah hal penting. Padahal cinta itu sesuatu yang suci, bukan sekedar main-main.

Aku menghargai cinta. Mungkin karena itu aku sampai sekarang masih single. Aku tidak mau cinta yang hanya main-main saja. Aku termasuk orang yang serius. Aku mengganggap semua itu harus menuju ke sesuatu yang lebih penting.

Maka dari itu, aku tetap menunggu seseorang yang terbaik, yang akan memberiku cinta sesungguhnya. Bukan hanya sekedar untuk mengisi kekosongan. Karena sekali lagi, cinta itu suci.



Di kamar - 22.07.

Minggu, 09 Oktober 2011

Ini Mimpiku, Bukan Mimpimu

Hal tersulit setelah patah hati mungkin bagaimana cara melupakan seseorang yang telah berhasil membuat kita patah hati. Ada beragam cara. Dan aku telah mencoba cara-cara tersebut sesuai dengan kemampuanku. Salah satu nya, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar kamu tidak mengunjungi alam mimpiku. Mungkin ini yang tersulit, karena aku tidak bisa mengontrolnya semauku.

Dan semalam kamu datang. Sangat tiba-tiba, aku sangat terkejut. Aku tidak mengira sebelumnya bahwa kamu akan datang. Aku sebal sekai dan ada sedikit perasaan senang. Sebal karena kamu dengan seenaknya menerobos alam mimpiku dan dengan leluasa nya bermain-main disana, padahal kan kamu tidak minta izin kepadaku sebelumnya. Sebal karena kamu dengan seenaknya merusak dinding pertahananku yang dengan susah payah telah kubuat untuk melupakanmu. Kan aku sudah bilang jangan datangi aku lagi, tapi kenapa kamu masih bandel, tetap mendatangiku?

Walaupun aku tidak mau mengakuinya, tapi ada perasaan senang yang muncul setelah aku sadar kalau kamu mendatangiku, walau hanya sedikit. Aku senang, karena kamu mengunjungiku lagi, yang sepertinya sudah lama sekali sejak terakhir kamu datang. Meski saat itu kita tidak mengobrol kurasa. Tapi saat itu aku bisa memandangmu dengan leluasa tanpa ada seorang pun yang dapat memergokiku, karena saat itu hanya ada aku dan kamu saja. Pokoknya aku merasa berbunga-bunga sekali saat itu.

Dan semuanya berakhir saat aku terbangun. Kamu sudah tidak ada disana. Aku hanya sendiri di kasurku. Secepat itukah kamu pergi? Ya. Untuk apa aku bertanya kalau aku sudah tahu jawabannya. Tentu saja kamu sudah pergi, aku dan kamu kan tidak terikat apa-apa. Aku tidak bisa melarangmu untuk pergi. Dan betapa bodohnya aku, pertahananku benar-benar mengendur. Aku dapat merasakannya lagi. Dan semua potongan-potongan gambar masa lalu itu kembali datang.

Semua ini gara-gara kamu. Kalau saja kamu tidak datang, mungkin aku tidak akan begini. Aku kan tidak pernah meminta kamu untuk datang. Dan betapa bodohnya aku bisa merasa senang karena kamu datang. Baiklah kita sama-sama salah. Namun, kamu tetap yang lebih salah.



Di kamarku - 21.36. Sudah lama sekali aku tidak posting. Semua waktuku tersita karena uts dan baru sekarang ini aku bisa fokus untuk posting. Aku senang sekali bisa berbagi :)

Selasa, 04 Oktober 2011

Arti Cinta

Cinta adalah sesuatu yang suci
Yang hanya bisa dirasakan oleh dua orang yang saling mencintai
Cinta seperti angin, tidak memiliki bentuk
Kita hanya perlu percaya bahwa cinta memang ada

Cinta datang tanpa permisi
Dan kita tidak boleh menolaknya
Biarkan saja dia mengalir
Karena dengan begitu, hidup akan lebih berwarna

Janganlah memburu-buru cinta
Tunggu saja
Cinta adalah kesabaran
Kesabaran untuk menunggu yang terbaik
Karena cinta tidak datang dengan mudah
Lagi-lagi, kita harus menunggu
Dan tetap mencari




Di kamarku - 00.26. Aku belum mengantuk. Dan aku sangat sebal karena AC kamarku sedang rusak dan kurasa nyamuk-nyamuk sedang berpesta disini.

Senin, 03 Oktober 2011

(Bukan) September Ceria

Tidak terasa ternyata sekarang sudah masuk bulan baru. Oktober. Dan dengan terpaksa aku harus meninggalkan September. Jangan sedih ya, insya allah kita ketemu lagi tahun depan.

Sebenarnya ada secuil rasa bahagia dalam diriku bahwa sekarang sudah berganti bulan. Karena aku tidak terlalu menikmati September. Terlalu banyak yang sudah terjadi dan membuatku kecewa. Dan sedih juga. Tentunya banyak hal-hal bodoh yg sudah aku lakukan, dan sekarang aku sangat menyesalinya. Contohnya seperti :
1. Aku kehilangan seseorang yang aku suka
2. Aku suka dengan seseorang yang salah
3. Dia memberiku harapan-harapan palsu
4. Hampir setiap hari aku mengutuk diriku sendiri, kenapa aku bisa menyukainya
5. Aku tetap mengharapkannya di saat dia mulai mendekati gadis lain
6. Karena di bulan September banyak temanku yang berulang tahun, otomatis aku harus menghabiskan banyak uang untuk membeli kado
7. Aku kekurangan uang
8. Aku bodoh
9. Hampir semua ulanganku remedial
10. Aku mendapatkan peringatan dari papa untuk tidak terlalu sering berpergian

Dari semuanya, yang paling tidak masuk akal adalah nomor 10. Kenapa? Karena aku sendiri tidak merasa kalau aku sering berpergian. Hey...untuk nonton TV saja aku harus mencuri-curi waktu. Karena waktuku habis dimakan tugas-tugas sekolah. Dan jangan tanyakan aku siapa 'Dia'. Aku tidak akan menjawabnya. Tentang uang, tentu saja aku sangat membutuhkannya. Aku berhutang banyak dengan mama. Dan aku heran kenapa baru kali ini mama sangat mempermasalahkan uang. Padahal biasanya mama biasa saja. Kurasa September tahun ini bukanlah Septemberku. Maka dari itu, aku sangat senang bahwa September sudah berakhir. Aku harap semua hal-hal buruk itu ikut berakhir dan cepat pergi.

Untuk merayakan berakhirnya bulan September, aku memotong pendek rambutku. Itu aku lakukan di malam terakhir bulan September. Sebenarnya aku lebih menganggap semua ini sebagai aksi buang sial, bukannya perayaan. Aku kuga tidak tahu kenapa, tapi yang pasti aku sangat ingin potong rambut. Kenapa aku potong pendek? Sebenarnya itu tidak sengaja. Awalnya aku hanya ingin merapikan rambutku yang ujung-ujungnya bercabang. Aku sudah bilang kepada Si Tante yang memotong rambutku kalau ujung-ujungnya saja yang dipotong, tapi ternyata dia tidak cukup mengerti maksudku dan akibatnya jadilah rambutku menjadi pendek. Tapi aku tidak terlalu mempermasalahkannya, malahan jadinya sangat cocok untukku. Aku suka rambut baruku.

Dan aku harap, setelah bulan September berlalu dan setelah aku memotong rambutku, semua hal menjadi lebih baik kedepannya. Semoga sebagai awal bulan Oktober, ujian tengah semester ku dapat berjalan lancar dan aku bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Dan yang terpenting, semoga semua bayangan tentang Dia bisa secepatnya memudar dan aku ingin jatuh cinta lagi. Tentunya dengan seseorang yang benar.



Selamat tinggal September, sayang sekali kali ini kamu bukan September ceriaku.
Selamat datang Oktober, yang sangat aku nanti-nantikan.




Di kamarku - 23.16. Aku sudah terbaring di tempat tidur dengan headset terpasang di kedua telingaku, dan Soulvibe sedang menyanyikan sebuah lagu untukku. Doaku malam ini adalah semoga ujian fisika dan sejarah ku besok pagi dapat berjalan lancar dan aku bisa memngerjakannya. Amin. Selamat malam :)