Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Kau

Lelahku mencari penggantimu
Penggantimu...
Tetap kan kembali kepadamu
Kepadamu...
Mungkin ini pertanda engkaulah cintaku
Cintaku...

Kau...
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang seharusnya ku cinta
Bolehkah lagi kuminta hatimu
Kembali seperti dulu

Bayangmu selalu menggelapkan dihatiku
Hingga ku tak mungkin mengganti yang lain selain dirimu
Mungkin ini pertanda seharusnya cintaku
Cintaku...

Kuingin kau slalu yang jadi milikku

Minggu, 15 Januari 2012

When I Close My Eyes, I See You.


Ketika sesuatu seperti tempat, lagu, atau hal-hal lain yang mencoba membawa nostalgia datang mendekat, aku harap ada tembok yang cukup kuat untuk menahannya datang. Karena aku sudah letih untuk mengingat atau merasakan perasaan itu. Letih memaksa diriku sendiri untuk melawannya. Mereka selalu mencoba untuk mengikis pelan-pelan sesuatu di dalam sini. Yang aku sendiri tak kuat untuk menahan rasa pedihnya. Karena rasa pedih itu tidak akan bisa dikeluarkan, yang pada akhirnya hanya terkunci di dalam sana.

Setiap nostalgia itu mencoba mendekat, mata ini akan menutup dengan bantuan kedua tanganku yang menahannya. Saat kegelapan sudah menyelimuti, aku harap aku sedang tidak berpijak di tanah, atau kalau bisa sebentar saja menghilang dari bumi ini. Aku ingin bisa melupakan semua yang telah terjadi. Yang terlanjur terjadi. Aku ingin membuangnya, namun semua itu mustahil. Sesuatu di dalam sini semakin memanas dan sesak, meminta dikeluarkan. Namun lagi-lagi, itu tak mungkin terjadi. Sesuatu di dalam sini seperti ingin meledak, namun sekencang-kencangnya ledakkan itu tidak akan membuat semua memori itu menjadi terhapus.

Pahit. Semua ini berakhir pahit, seperti kopi. Namun sepahit-pahitnya kopi tidak pernah sekali-kalinya membuat hidupku berantakan. Aku bingung dibuatnya, karena nyatanya semua ini telah berhasil memporak-porandakan hidupku, khususnya sesuatu di dalam sini.



Aku butuh penawar. Penawar untuk menawarkan rasa pahit ini.



Di Kamar - 01.11.

Jumat, 25 November 2011

Flashback

Tak sengaja, kemarin aku membaca ulang sms-sms darimu, yang sangaaaat banyak. Aku tak mengira kalau banyak sekali hal-hal yang sudah kita bagi. Dari hal-hal yang penting sampai yang tidak penting. Dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan.

Hmmm... itu semua sudah terjadi selama 4 bulan, dari bulan Agustus sampai bulan ini. Bahkan saat itu, puasa selama 1 bulan pun tidak terasa, tiba-tiba kita sudah bertukar ucapan lebaran saja, dan kita bertukar oleh-oleh dari kampung halaman kita masing-masing. Kalau boleh tahu, apa rasa keripik apel memang seperti itu ya? Soalnya di lidahku terasa seperti rumput laut, dan kau tahu sendiri lah kalau aku tidak suka rumput laut. Tapi itu tidak masalah, karena aku sangat menghargai usahamu yang lebih dulu mengajakku untuk bertukar oleh-oleh. Karena sebenarnya aku sangat shock saat itu dan kurasa itu benar-benar gila. Aku tidak pernah menyangka nya sebelumnya. Apalagi mengingat kalau saat itu kita tidak terlalu dekat, dan menurutku kamu sangat cuek.

Kembali ke masa sekarang. Tidak banyak berubah, masih seperti dulu. Kita tetap seperti orang bodoh yang diam-diaman, menunggu siapa yang lebih dulu memulai. Dan kalau boleh jujur, aku sangat menikmatinya. Menikmati setiap detik yang berlalu dengan perasaan deg-degan, semangat yang mengalir, dan adrenalin yang selalu ingin meledak setiap kali mata kita saling bertubrukan tanpa sengaja.

Setiap hari, aku selalu berharap bahwa kamu akan sadar tanpa aku beri tahu atau aku tunjukan perasaan itu. Aku bukan perempuan yang berpengalaman dalam masalah ini, jadi tolong jangan paksa aku untuk melakukan hal-hal yang tidak aku tahu. Maafkan aku kalau aku sangat kaku atau jaim dihadapanmu. Semua itu terjadi karena aku malu, aku takut kalau aku akan bersikap konyol dihadapanmu.

Namun sekarang aku sudah bisa menerima semua yang terjadi dengan ikhlas. Kenyataan bahwa kamu memang tidak tahu menahu tentang perasaanku yang sepertinya semakin dalam. Kenyataan bahwa sepertinya semakin jauh saja aku denganmu.

Persetan dengan akhir yang bahagia. Persetan dengan kata 'aku cinta kamu' yang selalu aku tunggu-tunggu untuk keluar dari bibirmu. Persetan dengan harapan bahwa suatu saat nanti kamu akan memberiku boneka, bunga, atau hal-hal manis lainnya.

Semua ini bukan tentang hasil di akhir cerita nantinya. Namun ini lebih tentang setiap momen yang sudah kita lalui bersama dalam proses menuju akhir cerita itu. Dan menurutku, keadaan kita saat ini pun sudah cukup. Dengan melihatmu saja sudah terasa melegakkan, jadi untuk apa berharap sesuatu yang lebih?


Karena terkadang, cinta itu tidak harus memiliki bukan?



Di kamarku - 13.34. Hari ini aku meliburkan diri dan sebal sekali karena aku bangun terlalu pagi. Yang artinya sama saha seperti hari-hari lainnya.

Minggu, 20 November 2011

The Words Tell Everything

Hari ini sudah membaca beberapa kalimat yang membuat saya berpikir cukup lama. Yang pertama:

"Titipkanlah cinta kepada orang yang tepat bukan orang yang sempat."

Kalimat di atas membuat saya teringat akan postingan saya dulu yang pernah mengulas tentang kalimat itu dan yang benar-benar membuat saya kepikiran terus-menerus karena yang menuliskan kalimat itu adalah orang yang akhir-akhir ini membuat saya sering posting blog tentang cinta. Ada sedikit rasa sedih mengingat sebenarnya siapa sih orang yang menurut Dia tepat untuk dititipi cinta itu. Dan dari kalimat itu memberi tahuku bahwa ada kemungkinan Dia sedang jatuh cinta. Tapi dengan siapa? Kepada siapa Dia mau menitipkan cinta nya?

Yang kedua:

"Pe-jatuh cinta nggak akan bisa berhenti untuk nyari kabar. Ngecek bbm bolak balik, refresh timeline sampai habis.. Jatuh cinta itu, gelisah."

Kenapa kalimat diatas membuat berpikir karena seakan menyindirku, seakan tahu apa yang sedang kualami akhir-akhir ini. Kalimat itu memang tepat sasaran, dan aku tidak bisa mengelak. Karena hobiku akhir-akhir ini adalah rajin buka twitter, me-refresh timeline terus-terusan untuk mencari kabarnya. Atau yang lebih tidak mungkin lagi, aku selalu harap-harap cemas ketika mendapat sebuah pesan di handphone ku, karena aku selalu berharap bahwa Dia yang mengirimkan pesan itu. Sepertinya aku baru mendapat arti cinta yang terbaru, yaitu gelisah.

Dan yang terakhir:

"U're the reason that I'm smiling all the time."

Selain gelisah, tersenyum juga salah satu efek dari jatuh cinta kurasa. Karena setiap detik, yang ada didalam pikiranku hanya Dia saja, dan memikirkan setiap hal yang menyangkut dengannya, akan membuatku tersenyum secara spontan dan malu sendiri. Jadi...kesimpulan yang dapat kuambil bahwa memikirkan nya adalah salah satu cara untuk tetap awet muda dan bahagia. Apa aku benar?



Di Kamar - 21.51. Maafkan aku kalau akhir-akhir ini yang aku tulis semua nya tentang cinta. Karena sepertinya kadar cinta dalam diriku sudah terlalu banyak. Ups.

Sabtu, 19 November 2011

Broken

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku


***


Jadi kronologis kenapa gue tiba-tiba nge-post secuplik lirik di atas itu adalah waktu gue bimbel dan pas jam istirahat, speaker nya menyanyikan lagu Pupus dari Dewa 19. Dan ya....liriknya sangat menyindir dan menusuk. Saat itu juga gue merasa sangat....menyedihkan.




Di Kamarku - 00.26.

Kamis, 17 November 2011

Galauness

Ada apa sih dengan kata 'Galau'? Kenapa kata itu rajin sekali mendatangiku? Dan kenapa harus kamu yang menjadikan alasan kata itu datang kepadaku? Aku heran kenapa kata itu bisa datang kapan saja, dimana saja, bahkan di situasi apa pun. Yah lebih mengherankan, kata itu datang tanpa permisi dulu, tiba-tiba saja sudah masuk ke dalam diriku.

Seperti sedang menonton bola di sebuah stadion yang ramai dan berisik, dikelilingi oleh banyak orang, dimana situasi saat itu sama sekali tidak bisa dibilang santai, dan tiba-tiba saja kata itu mendatangimu. Aneh sekali kan? Padahal kamu sedang tidak sendiri, sedang tidak melamun, sedang tidak mendengarkan lagu-lagu yang mellow, dan sedang tidak memikirkan Dia.

Yah bisa dibilang....sangat aneh, karena dilihat dari situasi nya saja tidak mendukung. Apalagi tempatnya. Jadi sebenarnya darimana kata itu datang? Apa ada yang memaksanya mendatangiku? Atau kata itu sendiri yang memang senang tiba-tiba muncul? Dan satu lagi...bagaimana cara mengusirnya?



"Ya Tuhan, apakah Dia juga merasakan hal yang sama ketika aku merasakan hal ini? Karena akan sangat tidak adil ketika aku saja yang terjebak dalam perasaan ini..."




Di Kamarku - 00.05.

Rabu, 16 November 2011

Sebuah Jawaban

Sepertinya kali ini Tuhan mendengar doaku. Tadi siang, dia menjawabnya. Yah bisa dibilang memang bukan itu sebenarnya hal utama yang aku minta, namun bagiku itu amat sangat cukup. Seakan-akan semua kesabaranku telah terbayar. Terima kasih ya Tuhan, kali ini rencana rahasia mu sama sekali tidak 'Failed'. Dan aku benar-benar senang bahwa Engkau memang tidak tidur.

Akibat dari semua itu berhasil membuat sedikit harapanku tumbuh lagi, dan seperti orang gila aku tidak bisa berhenti tersenyum sendiri. Dan berulang kali mengingat-ingat kejadian itu, yang pastinya membuat muka ku merah karna malu. Yah kalau dipikir-pikir kejadian itu terjadi nya sangat mendadak, sama sekali tidak direncanakan olehku. Kalau boleh jujur, aku memang sering menghayalkan kejadian itu terjadi. Walaupun tidak pernah benar-benar berharap itu akan terjadi. Jadi kurasa, kejadian itu memang sudah menjadi bagian dari rencana rahasia Tuhan.

Mungkin kalian yang membaca ini akan berpikir kalau aku sangat aneh, plin-plan, dan moody. Dalam beberapa postingan blog-ku sebelumnya, aku telah menyatakan bahwa aku akan rela melepaskan nya pergi dan berjanji akan membuang jauh-jauh harapan-harapan apa pun. Namun sepertinya saat ini semua janji itu sedikit goyah dan aku dapat merasakan bahwa ada sedikit harapan yang muncul kembali. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, harus mematikan api harapan itu atau membiarkannya tetap menyala?

Bisa dibilang cintaku kepadamu itu seperti naik Roller Coaster, walaupun sudah dibolak-balik, dibanting kesana kemari, memusingkan, menyakitkan, memabukkan, seru, tapi tetap saja bikin mau naik lagi. Atau mungkin cintaku ini seperti makan sambel, sudah tau pedas tapi tetap saja dilahap juga, karena rasanya hambar kalau tidak pakai sambel. Walaupun mencintai itu menyakitkan, menyiksa, dan membuat bingung, tetap saja pada akhirnya aku akan tetap mencintai nya seperti semula, karena tanpa nya hidupku akan terasa tidak komplit.

Meskipun ada api kecil yang menyala, aku tidak akan berharap terlalu tinggi, karena sepertinya bertahan seperti ini sudah cukup. Aku tidak mau memaksa semua hal harus terjadi sesuai kemauanku atau menggantungkan harapan setinggi langit. Karena aku akan membiarkan semua hal berjalan apa adanya saja sesuai rencana rahasia Tuhan lainnya.



"Semua hal yang menyangkut denganmu itu sangat complicated, namun berkali-kali aku tidak bisa menolaknya..."



Di kamarku - 22.29.

Minggu, 13 November 2011

Love Isn't Just 'Love'



Mencintai....menurutmu mencintai itu apa? Memberikan seluruh jiwamu kepada seseorang yang kamu cintai? Merelakan dirimu dimiliki seutuhnya oleh seseorang yang kamu cintai? atau...membisikannya "Aku cinta kamu"?

Mencintai bukanlah sekedar mencintai saja. Mencintai juga bukan sekedar kata cinta yang dilontarkan dari bibirmu. Mencintai lebih kepada bagaimana kamu memperlakukan orang yang kamu cintai dengan sebaik-baiknya, dengan kasih sayang, dengan cinta. Mencintai berarti rela membagi ruang hatimu dengannya, bahkan seluruhnya. Karena mencintai itu belajar untuk berbagi, untuk adil.

Mencintai juga bukan sekedar perasaan yang tiba-tiba tumbuh saja tanpa kita ketahui. Mencintai berarti berani menerima kekurangan nya, luar dan dalam. Karena sebelum kamu mengatakan 'Cinta', kamu harus memastikan kalau kamu tahu dirinya seutuhnya. Karena mecintai adalah saling mengerti.

Mencintai tidak egois. Mencintai itu membuat orang yang kamu cinta bahagia. Bukannya menganggap nya sebagai tahanan. Yang selalu dilarang untuk ini untuk itu. Karena mencintai tidak membatasi seseorang untuk melakukan hal apa pun.

Namun mencintai tidak selamanya harus berbunga-bunga atau deg-degan. Terkadang mencintai itu menyakitkan. Dimana kamu tidak dapat melepas orang yang kamu cintai itu dari hatimu. Ketika perasaan itu sudah terlanjur tertanam cukup dalam. Karena mencintai itu sebuah pengorbanan, yang harus dilalui dengan hati yang lapang.




Mencintai bukan sekedar kata 'Cinta'. Melainkan bagaimana kamu membuatnya selalu tersenyum walaupun kamu tidak pernah membisikannya "Aku cinta kamu" di telinga nya. Karena mencintai itu ikhlas.




Di Kamarku - 21.07.

Senin, 19 September 2011

Dia

Bel pulang sekolah seakan mengingatkan murid-murid yang berada di dalam kelas bahwa sekolah telah usai. Saat itu, dari sudut mataku, aku melihatmnya keluar kelas lebih dulu dari yang lainnya dan terlihat terburu-buru. Mungkin dia kebelet pipis, atau mungkin sudah ditunggu oleh salah satu temannya yang menagih janji makan siang bersama. Dan masih banyak kemungkinan yang mondar-mandir dalam pikiranku. Pada akhirnya mereka semua terlupakan karena aku teringat untuk mengambil barangku yang kutaruh di loker.

Aku melewati pintu kelas dan terlihatlah dia sedang berada diluar kelas, sendirian dan sedang tidak melakukan apa-apa. Yang artinya, terlambat bagiku untuk mengalihkan pandangan mataku darinya, karena dia terlanjur melihatku juga. Hanya beberapa detik sepertinya kami saling menatap, yang terasa sangat lambat. Tak ada alasan lain bagiku untuk tidak jalan terus menuju lokerku yang hanya berjarak 10 meter darinya. Rasa gugup dan takut bercampur menjadi satu di dalam dadaku saat aku dengan susah payah berusaha untuk bersikap sewajarnya ketika melewatinya.

Sesampainya di loker, aku menyelesaikan urusanku dan terperangkap dalam obrolan singkat dengan temanku yang tak sengaja lewat di dekatku. Hanya perasaanku saja atau bukan, aku rasa dia sedang menatapku dari tempatnya berdiri tadi. Dengan sengaja aku memutar tubuhku dengan cepat kearah nya dan benar saja, dia sedang menatapku.

Dan lagi-lagi, aku harus melewatinya lagi untuk menuju ke kelas. Aku sebal sekali karena rasa gugup itu tak kunjung hilang, namun makin bertambah. Alhasil, aku hanya menatap ke arah lain selagi melewatinya. Rasanya, letak kelas ku itu begitu jauh dan lama sekali sampai nya. Akhirnya aku sampai kelas lagi dengan rasa gugup yang masih sangat terasa.

Aku menuju mejaku dan dengan cekatan memasukkan semua barang-barangku ke dalam tas. Setelah semuanya selesai, aku membalikkan tubuhku untuk bergegas pulang, dan tiba-tiba saja dia sudah berada dihadapanku. Belum sempat mengatur napas dan emosiku, dia bertanya kepadaku dengan mudahnya tentang suatu hal yang seharusnya dengan mudah aku jawab pada keadaan normal, namun keadaanku sangat tidak normal untuk menjawab pertanyaan apa pun. Seakan-akan semuanya buram, sunyi, dan hanya ada kami saja disana. Seakan-akan aku membisu seketika dan dengan tergagap menjawab perntanyaan nya itu. Aku tak terlalu ingat apa saja yang aku ucapkan kepada nya, bisa mengatakan 1 kata saja sudah sangat beruntung bagiku. Dan yang terpenting aku tidak terlihat seperti patung dihadapannya. Itu saja yang aku minta kepada Tuhan.

Sepertinya Tuhan tahu kalau aku sangat butuh bantuannya, karena pada waktu yang tepat temanku lewat di dekatku. Rasa gugupku berkurang sedikit. Tanpa pikir panjang, aku menariknya mendekat dan dengan cepat mengulangi pertanyaan nya. Temanku dengan lancar menjawab pertanyaan nya dan langsung mendapat anggukan yang menunjukan bahwa pemilik pertanyaan itu sudah puas dengan jawabannya. Dengan suara serak dan terbata-bata aku berhasil berpamitan dengannya dan dengan perasaan gugup aku berjalan keluar dari kelas, meninggalkannya.

Sepanjang jalan menuruni tangga sekolah, sepertinya dadaku ingin meledak saking kerasnya berdegup. Untung saja temanku yang baik hati itu tidak mendengar sedikit pun bunyinya. Sepertinya, bertruk-truk coklat juga tak akan cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasihku. (Mungkin ini lebay, jadi lupakan saja)

Aku tak habis pikir, kenapa semua yang sudah terjadi beberapa saat lalu bisa terjadi kepadaku. Aku juga sudah mengira bahwa efek dari semua itu akan bertahan lama. Buktinya, sepanjang hari itu hanya kejadian itu saja yang berhasil menarik perhatianku. Seakan-akan memang kejadian itu ditakdirkan untuk dipikirkan berkali-kali. Bahkan waktu tidurku pun terganggu.

***

Berdiri beberapa saat dihadapanmu seakan memberitahuku bahwa kamu sangat tinggi, sampai-sampi aku harus mendongakan kepalaku agar bisa menatap matamu. Terlihat sepatu hitam berlist merah sedang kamu pakai saat itu dan untuk kesekian kalinya aku berpendapat bahwa kamu suka warna merah.



Mungkin aku sok tahu, tapi aku juga hobby memperhatikanmu.




Di kamarku - 22.31. Aku sudah berbaring di tempat tidurku yang sangat nyaman ini dan kurasa aku harus menyelesaikan tulisanku ini skrg juga. Dan baru saja selesai, jadi sekarang saatnya aku untuk tidur. Selamat malam.

Rabu, 02 Juni 2010

Jadilah Yang Paling Berkilau

Setiap orang (perempuan) pasti ingin dianggap spesial oleh orang lain. Atau oleh Pacarnya. Namun spesial yang dimaksud pasti berbeda-beda dari setiap perempuan.

Kalau aku, labih baik dianggap aneh, karena kalau kita dianggap aneh berarti semua yang ada di kehidupan kita diperhatikan oleh orang lain. Dan sebutan aneh mungkin perkataan jujur seseorang. Daripada kita dibilang sempurna, tapi semua bohong. Semakin sempurna seseorang, maka tidak akan ada yang penasaran pada kehidupan kita. Saking sempurnanya orang itu. Bahkan mungkin bosan melihatnya, karena kesempurnaan itu.

Kekurangan kan nggak selamanya berarti jelek. Bahkan dengan kekurangan itu kita dapat mengenal berbagai sifat orang-orang yang berbeda. Karena biasanya kalau kita memiliki kesempurnaan, maka orang-orang disekitar kita akan berusaha menjadi sempurna juga dan lupa akan jati dirinya. Dan lebih memilih menjadi orang lain. Berusaha sesempurna orang itu. Dan akhirnya kita tidak mengenal orang itu "asli" nya dan sifat aslinya juga.

Berbeda kalau kita menjadi orang biasa-biasa saja. Mungkin orang di sekitar kita akan menjadi biasa juga atau malah akan merendahkan kita. Nah, dari situ lah kita dapat memilah-milah mana orang yang benar-benar baik hatinya dan mana orang yang hanya melihat seseorang dari luarnya saja.

Karena menurutku, melihat seseorang itu ngga hanya dari satu sudut pandang. Tetapi harus melihatnya dari berbagai sudut. Karena kalau hanya dari satu sudut pandang, yang kita lihat hanya "cover"-nya saja.

16 tahun waktu yang lumayan lama untuk mengenal berbagai orang dan sifat seseorang. Ada yang sangat jahat, jahat, hanya baik, dan baik luar dalam. Karena kita masih muda, maka per-'kaya'-lah kita. Banyak-banyak lah berteman. Agar kita dapat mengenal lebih banyak sifat-sifat orang. Dan tentunya ilmu pengetahuan dan jaringan sosial.

Dan pastinya kita hidup juga untuk mencari sahabat sejati dan cinta sejati.

Apa sih arti sahabat sejati? orang terdekat, orang yang mengerti kita, atau orang yang mengetahui kita luar dalam. Mungkin itu semua arti dari sahabat sejati. Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ada untuk kita. Saat susah dia membantu dan saat bahagia dia ikut bahagia dan selalu men-support kita. Tidak ada rasa malu, ataupun jaim. Karena menurutku, sahabat sejati adalah orang yang mengenal kita bukan dari kelebihan, namun dari kekurangan.

Mencari cinta sejati mungkin sama proses nya dengan mencari sahabat sejati. Mungkin yang membedakan adalah status nya saja. Kalau dengan cinta kan kita terikat, sedangkan dengan sahabat kita bebas. Namun sama-sama harus menjaga komitmen.

Dan dengan semua hal yang saya ketahui dan alami, maka saya mencoba menjadi berbeda diantara yang lain. Berbeda yang sifatnya positif. Dan jadilah yang paling berkilau diantara yang lain. Hati yang berkilau bukan tampilan yang berkilau.