Minggu, 30 Oktober 2011

Sang Langit

Sekarang, tidak ada lagi cerita antara aku dan kamu. Tidak ada lagi harapan-harapan yang aku gantungkan di langit. Karena sepertinya, langit tidak menginzinkan. Langit bilang, kamu tidak cukup baik untukku dan aku hanya akan terluka jika tetap menggantungkan harapan-harapan itu. Langit benar dan tak ada alasan lain untuk menyangkalnya. Tapi....apa aku akan lebih bahagia bila hanya menatapmu dari belakang? Oh langit.....jawablah pertanyaanku.

Mungkin saat ini hanya langit yang mengerti perasaanku. Dia menangis hampir setiap hari, seakan tahu apa yang sedang aku perjuangkan di dalam hatiku. Bukan berarti aku juga menangis. Bahkan yang aku rasakan lebih dari itu, aku tidak bisa menangis. Hanya sesak yang aku rasakan. Dan aku selalu mencari cara untuk melepas rasa itu. Mungkin kalau rasa itu bisa dilepas dari hatiku, aku akan langsung membuangnya ke tong sampah. Berharap setelah itu semua akan kembali seperti biasa dan hanya perasaan bahagia yang mengisinya kembali.

Seperti nya itu semua hanya sebuah hayalan. Karena saat ini perasaan itu masih betah tinggal didalam hatiku. Hari-hariku pun kelabu seperti langit akhir-akhir ini. Aku tidak benci langit yang berwarna kelabu, hanya saja suasana mendung dan wangi hujan yang membuatku merasa sendiri. Mungkin untuk yang satu ini aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Aku masih bisa menikmatinya dengan secangkir kopi dan sebuah novel terjemahan yang dengan baik hati menemaniku dalam kesunyian.

Hujan pun turun. Langit menjadi sangat cengeng. Dan aku menjadi sangat melankolis dibuatnya. Termenung dan diam saja. Sambil menghirup wangi tanah yang terkena hujan yang seenaknya menerobos masuk ke kamarku. Baiknya kelewatan. Semua itu lucu dan menenangkan. Namun tiba-tiba aku terjebak dalam nostalgia. Aku terbawa ke masa-masa dimana masih ada cerita antara aku dan kamu. Membandingkannya dengan keadaan saat ini yang sangat berbeda.



Ternyata selama ini langit mencoba menyadarkanku dan membawaku keluar dari lubang kesedihan. Langit terus-menerus menasihatiku dan menghiburku. Aku tak mengira kalau langit akan sebaik itu. Dan baru saja langit membisikkan sesuatu kepadaku, dia bilang "Hai Gadis Manis, kamu harus menjadi dirimu sendiri dan tampil dengan secantik dan semenawan mungkin, agar seseorang yang telah menyianyiakanmu sadar kalau dia telah melepas perempuan yang sangat berharga...".



Rumah - 13.40. Aku hanya bermalas-malasan saja di rumah karena aku terlalu malas untuk menyentuh tugas sekolah yang segunung dan terlalu malas untuk berjalan kemana-mana.

Kamis, 27 Oktober 2011

Gadis Kecil

Di depanku terhampar pohon-pohon cemara yang saling berdampingan
Dari tempatku berdiri juga terlihat pegunungan yang ujungnya tertutup es
Ya...sekarang sedang musim dingin dan semua nya tertutupi salju
Udara beku menyapaku perlahan, memainkan rambutku
Namun aku sudah siap dengan pakaian musim dingin yang sangat tebal
Tak lupa aku memakai sarung tangan serta sepatu bot coklatku

Untuk beberapa menit, semua itu membuatku terbisu
Membuatku termenung memikirkan suatu hal
Namun kebisuan itu tak berlangsung lebih lama
Karena tiba-tiba saja, ada seorang gadis kecil yang menghampiriku

Dengan senyuman khas anak kecil dan sorot mata jenaka
Dia menyapaku dengan sangat riang
Tapi sepertinya dia tahu kalau aku sedang sedih
Seketika itu juga, dia menggenggam tanganku
Lalu dia berkata, "Jangan bersedih ya Ka, mungkin Kaka harus lebih berwaspada menjaga hati Kaka...". Ucapnya sambil menunjuk dada.
Aku hanya diam, memikirkan ucapaan Gadis Kecil itu.
"tunggu saja Ka sampai yang terbaik datang, jangan menitipinya pada orang lain." Lanjutnya masih menggenggam tanganku.
Aku masih termenung mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Gadis Kecil itu.

Gadis itu tersenyum
Lalu melepas genggamannya di tanganku
Dan dengan telunjuk mungilnya, Dia menunjuk ke kejauhan
"Seseorang sedang menunggu hati Kaka, namun bukan sekarang.". Setiap kata yang keluar, semakin membuatku bingung.
Aku masih melihat ke kejauhan sambil mencerna kata-kata Gadis itu.

Aku berniat untuk meminta penjelasan dari Gadis itu
Karena aku sama sekali tidak mengerti
Dan baru aku sadari kalau aku sendiri
Kemana Gadis Kecil itu pergi?
Rasa penasaran dan gelisah semakin mnjadi-jadi

Aku memutuskan untuk pulang
Sehingga aku berjalan menuju mobil yang aku parkir di dekat danau
Ketika aku sedang menyalakan mobil
Terlihat secarik kertas berwarna merah muda di kursi sampingku
Aku membuka nya dan ternyata itu sebuah surat

Begini isinya:
Percayalah, di tempat lain ada seseorang yang menunggumu untuk mendapatkan hatimu. Jadi jagalah jangan sampai menitipkannya ke orang lain yang membuatmu bersedih.



Seusai aku membacanya
Tak sengaja aku melihat sebuah tulisan yang sudah pudar
Atau memang sengaja ditulis seperti itu
Yang tertulis di bagian depan surat
Kata-kata itu bertuliskan "Peri Salju" dalam tulisan sambung
Dan seketika itu pula, tuisan itu menghilang
Tanpa bekas sedikit pun





Kamar - 23.22.

Shock itu...

Shock itu ketika tiba-tiba di atas meja makan ada undangan pernikahan, dan setelah lo baca yang nikah itu adalah teman main waktu lo kecil yang umur nya beda 1 tahun sama lo, dimana skrg lo masih kelas 3 SMA.

Ellie Saab RTW S/S '12

Kalo bicara tentang fashion memang tidak ada habisnya. Setiap musim pasti muncul lagi yang terbaru. Tentunya, setiap designer tidak mau kalah untuk menunjukkan ke-eksistensian dan ke-popularitasan mereka dengan cara menghasilkan karya-karya terbaru mereka. Dan pastinya semua itu tidak main-main, karena mayoritas konsumen mereka adalah artis-artis Hollywood ternama.

Dan baru-baru ini baru saja dilangsungkan Fashion Week 2012 yang tersebar di 4 kota fashion terbesar dan yang paling terkenal di dunia, yaitu New York, Milan, Paris dan London. Semuanya tersebar merata dan tidak pernah sepi dari para artis-artis Hollywood, fashion blogger, sosialita, dan reporter-reporter dari majalah fashion di seluruh dunia.

Designer-designer kenamaan di dunia semuanya ikut ambil bagian di Fashion Week, dan beberapa diantara nya yang menjadi favorit saya antara lain: Moschino, Louis Vuitton, Valentino, Vivienne Westwood, Salvatore Ferragamo, Gucci. dan Elie Saab. Tapi diantara nama-nama tersebut yang paling menarik perhatian saya adalah Elie Saab. Kenapa? Karena di musim ini, Elie Saab meluncurkan baju-baju yang tidak hanya cukup diberi 2 acungan jempol, tapi ribuan acungan jempol. Saya tidak berlebihan mengatakannya, karena memang begitu nyatanya.

Mungkin kamu penasaran seperti apa sih mereka itu, nah disini saya mau berbagi sedikit foto-foto runway dari Elie Saab yang semuanya adalah favorit saya diantara 46 look. Jadi, mari semuanya hitung mundur....3...2...1!













Pssst...denger-denger Gaun yang berwarna mustard itu adalah favorit orang-orang yang menonton langsung runway ini lho. Gak heran sih karena memang gaun nya bagus. Jadi tidak sabar ya untuk menunggu musim selanjutnya untuk melihat karya-karya terbaru dari Elie Saab. Jadi...kita tunggu saja!!!



Ohya mungkin kamu masih penasaran seperti apa sih ke 46 look lainnya, mudah kok, tinggal klik saja. Jadi teman-teman, look mana yang menjadi favoritmu?




Rumah - 17.04. Aku baru saja pulang sekolah dan langsung menuju komputer untuk menulis blog ini. Selamat sore :)

My Instagram


Ayoo...mari....di folllow!

Rabu, 26 Oktober 2011

Titipan Dari Allah

Semua yang telah terjadi di antara kita bukanlah hal biasa, bagiku. Semua itu terlalu manis, kurasa. Dan sekarang, sudah berbulan-bulan berlalu sejak semua itu terjadi. Aku sudah mengikhlaskan kamu untuk pergi dan mencoba untuk memikirkan hal lain.

Namun tetap saja, goresan masa lalu itu masih membekas di hatiku. Aku terlanjur sayang. Dan pada akhirnya akulah yang tersiksa. Sedangkan kamu, entahlah, aku tidak dapat menebaknya.

Walau aku sangat menyayangimu, dulu sampai sekarang, aku tidak bisa memilikimu. Aku tidak mau. Entahlah, semua itu hanya terlalu berlebihan kurasa. Sudah cukup bagiku untuk melihatmu setiap hari. Dan menurutku, semua itu sudah lebih dari cukup.

Pada malam-malam dimana aku sangat merindukanmu, satu-satu nya yang aku inginkan adalah menerima sms darimu, atau paling tidak melihat kamu muncul di timeline twitterku. Aku tidak berharap lebih, karena memang tidak mungkin terjadi sesuatu yang lebih dari itu. Dan pada malam-malam dimana kamu tidak ada di timeline, aku benar-benar kecewa, seakan-akan aku ditinggal sendiri di suatu tempat yang sepi.



Jadi hanya sebatas itu saja perasaanku. Aku tidak ingin memilikimu. Bahkan kamu bukanlah sesuatu yang dengan seenaknya dapat dimiliki orang lain. Aku tidak punya hak apa-apa.



Kini aku paham, kalau kamu ada bukan untuk dimiliki, melainkan sebuah titipan dari Allah.



Rumah - 18.14. Aku sedang duduk di depan monitorku dan dengan tidak sabar menunggu pizza pesananku datang.

Selasa, 25 Oktober 2011

Dilema

Aku berada di suatu tempat, dimana aku harus berpikir dan merenungkan setiap hal yang akan aku lakukan selanjutnya. Sebelumnya, aku mengira ini akan dengan mudah terlewati. Namun aku salah. Aku terjebak diantara 2 hal terpenting dalam hidupku. Aku harus memilih dan dengan segera menjatuhkan pilihan. Aku tidak boleh salah.

Aku sadar bahwa aku sedang berhenti di suatu persimpangan jalan. Kalau kamu mau tahu, aku sedang bingung. Di depanku terbentang dua jalan yang saling bertolak belakang. Aku tahu mereka akan menuju kemana. Keduanya sama-sama penting bagiku. Namun aku hanya boleh memilih salah satunya.

Di sebelah kanan ku, terbentang jalan menuju tempat dimana hal-hal yang aku sukai berada. Aku tahu, aku akan sangat bahagia bila kesana. Hari-hariku akan dengan ringan kulewati. Karena semua itu adalah passion-ku, dan aku sangat mencintai nya. Aku dapat membayangkan masa depan yang selama ini aku inginkan terwujud.

Sedangkan di sebelah kiriku, terbentang jalan menuju masa depan yang dinginkan kedua orang tuaku. Mungkin aku akan membuat mereka sangat bangga padaku dan bahagia apabila aku memilih jalan itu. Tapi aku tidak yakin bahwa aku akan dengan mudah menjalaninya. Karena semua itu bukanlah hal utama yang aku inginkan.

Aku masih berada diujung jalan itu. Banyak hal muncul didalam pikiranku, seakan mereka sedang merayuku. Aku semakin bingung dibuatnya. Serta banyak perasaan berkecamuk didalam hatiku, yang menyuruhku untuk segera memilih.

Aku tahu, aku akan sangat jahat dan egois apabila aku memilih jalan di sebelah kananku. Kedua orangtua ku akan sangat kecewa, walaupun kuyakin mereka tidak akan dengan terang-terangan memperlihatkannya. Namun, aku aku akan sangat bahagia.

Namun bila aku memilih jalan disebelah kiriku, aku akan membuat kedua orangtuaku sangat bahagia. Aku tahu bahwa itu semua adalah impian terbesar mereka untuk melihatku menjadi seseorang yang mereka inginkan di masa depan. Karena dengan begitu, keluargaku akan dipandang lebih tinggi oleh orang lain. Namun tetap saja, itu semua bukanlah keinginan utamaku. Aku tidak yakin apa aku bisa bahagia.

Aku masih berada di tikungan itu, yang lama-kelamaan semakin sepi dan sunyi. Dan tiba-tiba saja dari dalam hatiku terdengan suara, "Sekarang begini saja, kamu mau membahagiakan kedua orang tuamu atau menggapai cita-citamu?". Mungkin lebih baik aku tetap tinggal lebih lama lagi di tikungan itu untuk memikirkan dan memahami pertanyaan itu.




....Ya Allah, tuntunlah aku ke jalan yang benar, ke jalan yang dapat menuntunku kepada kesuksesan di masa depan. Dan tentunya ke jalan yang engaku ridhoi. Kemana pun itu, kuharap itu adalah jalan yang terbaik untukku. Ya Allah, untuk kali ini, tolong dengarkanlah doaku. Terima kasih....




Di kamar - 23.22

Senin, 17 Oktober 2011

Boyish Alert



Last night Katy Perry on her performance at UK X Factor, wore a crepe jump suit from The Moschino Cheap and Chic Spring/Summer 2012 pre-collection.

Sepertinya tren gaya boyish sedang muncul lagi ya di akhir tahun ini. Tidak ada salahnya bila wanita memakai pakaian dengan sentuhan boyish. Buktinya tetap terlihat cantik dan sexy walaupun terbalut pakaian pria. Dan Katy Perry berhasil melakukannya. Rambut yang nge-pink itu seakan menyeimbangkan gaya maskulin dan boyish nya. Jadi tidak terlihat monoton dan membosankan, kan?

Bila kita memiliki warna rambut gelap, seperti kebanyakan orang Indonesia, mungkin lebih baik memilih warna pakian yang terang, seperti silver, gold, namun tidak mencolok tapi tetap glamor. Dengan memakai high heels berwarna merah darah atau statement shoes lainnya, yang bisa menyeimbangkan kesan maskulin dari pakaian tersebut.

Gaya ini juga cocok untuk acara-acara semi-formal dan formal. Karena memberikan kesan rapi dan high class tentunya. Bisa menjadi alternatif pakaian apabila tidak ingin memakai gaun.

Jadi, apa ada yang tertarik dan berani untuk mencontek gaya Katy Perry diatas? Tidak selamanya sexy itu dengan cara menunjukan banyak kulit dan minim, atau ketat. Tapi dengan gaya boyish pun bisa dan tidak sulit.



Di kamarku - 21.17. Aku sedang bermalas-malasan di kamarku yanh sekarang sedang gelap karena sengaja aku matikan lampunya. Tentunya dengan ditemani iPhone ku. Terdengar Adele sedang menyanyikan Someone Like You nya untukku.

Minggu, 16 Oktober 2011

...inspirasi hilang ketika kita tidak sedang jatuh cinta...




Taken from Perempuan Sore

Sabtu, 15 Oktober 2011

Bad Day

Hari ini aku sangat sedih dan resah. Aku benar-benar tidak mendengar sedikit pun kabar darimu. Aku tidak menyalahkanmu. Memang seharusnya seperti itu. Karena itu bukan kewajibanmu untuk memberitahuku.





Aku dan kamu, berjalan ke arah yang berbeda. Aku dan kamu, tidaklah satu. Karena, tidak ada ikatan apa pun yang mengikat kita.






Rumah - 21.18. Aku sedang di rumah sendirian. Papa dan mama sedang ber-malam mingguan. Adikku sedang menginap di rumah sepupuku. Dan aku dengan sangat mengenaskan, hanya bisa berpacaran dengan komputer.

Jumat, 14 Oktober 2011

Penawar Terbaik

Aku benci perasaan ini. Perasaan yg secara diam-diam tumbuh kembali, telah membuat diriku sangat bingung. Aku tidak tahu kenapa ini terjadi lagi. Padahal aku telah menguburnya dalam-dalam. Sia-sia saja kurasa, dinding yang telah kudirikan telah retak, belum runtuh. Tapi akan, aku hanya tinggal menunggu kapan dinding itu akan runtuh.

Aku terperangkap dalam perasaan dimana hanya aku saja yang merasakannya. Aku ingin berbagi, namun aku ragu mereka mau mendengarkan dan mengomentari dengan bijak. Aku bingung. Aku tersesat. Aku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri. Aku berjuang untuk menolaknya, namun semakin keras aku berjuang, perasaan itu semakin kuat. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.

Rasanya campur aduk. Aku sendiri tidak tahu apa ini. Mungkin aku telah teracuni oleh mu. Dan kurasa hanya kamu saja yang tahu bagaimana mengobatinya. Kamu telah menanam perasaan itu sangat dalam. Bahkan aku baru menyadarinya. Aku tidak tahu apakah aku telah meracunimu juga atau tidak. Aku tidak tahu apakah aku telah menanam perasaan itu juga di dalam dirimu. Kurasa kita sama-sama tidak tahu. Hanya Tuhan lah yang tahu tahu.



Aku sangat butuh penawar. Tapi aku hanya mau kamu yang mengobatinya. Karena aku percaya bahwa kamulah penawar racun itu.





Sekolah - 12.15. Sekarang sedang istirahat solat jumat. Kelas hanya terisi oleh murid-murid perempuan. Kulihat mereka sedang bermain kartu, sebagian belajar, dan sebagian lagi hanya mengobrol dengan lawan bicara nya. Aku sama sekali tidak tertarik dengan semua itu. Dan pada akhirnya hanya iPhone-ku saja yang menemani.

Kamis, 13 Oktober 2011

Bukan Permainan

Kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat sendiri ya? Padahal aku sudah 17 tahun single. Tapi kenapa baru sekarang aku sangat ingin melepas status itu? Mungkin karena aku dikelilingi oleh temn-teman yang sudah memiliki pasangan. Dan aku merasa iri. Sangat iri. Dan tentunya merasa sangat sendiri, karena mereka sibuk dengan pasangannya masing-masing.

Aku sudah sangat puas melihat dan mempelajari kehidupan di sekitarku. Ada banyak jenis cara untuk saling mengasihi. Dari yang sangat protektif sampai yang sangat cuek. Semua nya ada. Namun banyak dari mereka yang hanya cinta-cintaan saja. Mungkin mereka tidak ingin dibilang tidak laku. Buktinya, banyak yang hanya bertahan beberapa bulan saja atau sampai setahun namun aku lihat mereka tidak saling mengenal cukup dalam. Aku sangat mengerti semuanya.

Dan aku menganggap cinta yang mereka miliki hanya main-main saja. Sekedar untuk mengisi kekosongan. Dan aku sangat benci dengan ungkapan itu. Seakan-akan cinta bukanlah hal penting. Padahal cinta itu sesuatu yang suci, bukan sekedar main-main.

Aku menghargai cinta. Mungkin karena itu aku sampai sekarang masih single. Aku tidak mau cinta yang hanya main-main saja. Aku termasuk orang yang serius. Aku mengganggap semua itu harus menuju ke sesuatu yang lebih penting.

Maka dari itu, aku tetap menunggu seseorang yang terbaik, yang akan memberiku cinta sesungguhnya. Bukan hanya sekedar untuk mengisi kekosongan. Karena sekali lagi, cinta itu suci.



Di kamar - 22.07.

Minggu, 09 Oktober 2011

Ini Mimpiku, Bukan Mimpimu

Hal tersulit setelah patah hati mungkin bagaimana cara melupakan seseorang yang telah berhasil membuat kita patah hati. Ada beragam cara. Dan aku telah mencoba cara-cara tersebut sesuai dengan kemampuanku. Salah satu nya, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar kamu tidak mengunjungi alam mimpiku. Mungkin ini yang tersulit, karena aku tidak bisa mengontrolnya semauku.

Dan semalam kamu datang. Sangat tiba-tiba, aku sangat terkejut. Aku tidak mengira sebelumnya bahwa kamu akan datang. Aku sebal sekai dan ada sedikit perasaan senang. Sebal karena kamu dengan seenaknya menerobos alam mimpiku dan dengan leluasa nya bermain-main disana, padahal kan kamu tidak minta izin kepadaku sebelumnya. Sebal karena kamu dengan seenaknya merusak dinding pertahananku yang dengan susah payah telah kubuat untuk melupakanmu. Kan aku sudah bilang jangan datangi aku lagi, tapi kenapa kamu masih bandel, tetap mendatangiku?

Walaupun aku tidak mau mengakuinya, tapi ada perasaan senang yang muncul setelah aku sadar kalau kamu mendatangiku, walau hanya sedikit. Aku senang, karena kamu mengunjungiku lagi, yang sepertinya sudah lama sekali sejak terakhir kamu datang. Meski saat itu kita tidak mengobrol kurasa. Tapi saat itu aku bisa memandangmu dengan leluasa tanpa ada seorang pun yang dapat memergokiku, karena saat itu hanya ada aku dan kamu saja. Pokoknya aku merasa berbunga-bunga sekali saat itu.

Dan semuanya berakhir saat aku terbangun. Kamu sudah tidak ada disana. Aku hanya sendiri di kasurku. Secepat itukah kamu pergi? Ya. Untuk apa aku bertanya kalau aku sudah tahu jawabannya. Tentu saja kamu sudah pergi, aku dan kamu kan tidak terikat apa-apa. Aku tidak bisa melarangmu untuk pergi. Dan betapa bodohnya aku, pertahananku benar-benar mengendur. Aku dapat merasakannya lagi. Dan semua potongan-potongan gambar masa lalu itu kembali datang.

Semua ini gara-gara kamu. Kalau saja kamu tidak datang, mungkin aku tidak akan begini. Aku kan tidak pernah meminta kamu untuk datang. Dan betapa bodohnya aku bisa merasa senang karena kamu datang. Baiklah kita sama-sama salah. Namun, kamu tetap yang lebih salah.



Di kamarku - 21.36. Sudah lama sekali aku tidak posting. Semua waktuku tersita karena uts dan baru sekarang ini aku bisa fokus untuk posting. Aku senang sekali bisa berbagi :)

Selasa, 04 Oktober 2011

Arti Cinta

Cinta adalah sesuatu yang suci
Yang hanya bisa dirasakan oleh dua orang yang saling mencintai
Cinta seperti angin, tidak memiliki bentuk
Kita hanya perlu percaya bahwa cinta memang ada

Cinta datang tanpa permisi
Dan kita tidak boleh menolaknya
Biarkan saja dia mengalir
Karena dengan begitu, hidup akan lebih berwarna

Janganlah memburu-buru cinta
Tunggu saja
Cinta adalah kesabaran
Kesabaran untuk menunggu yang terbaik
Karena cinta tidak datang dengan mudah
Lagi-lagi, kita harus menunggu
Dan tetap mencari




Di kamarku - 00.26. Aku belum mengantuk. Dan aku sangat sebal karena AC kamarku sedang rusak dan kurasa nyamuk-nyamuk sedang berpesta disini.

Senin, 03 Oktober 2011

(Bukan) September Ceria

Tidak terasa ternyata sekarang sudah masuk bulan baru. Oktober. Dan dengan terpaksa aku harus meninggalkan September. Jangan sedih ya, insya allah kita ketemu lagi tahun depan.

Sebenarnya ada secuil rasa bahagia dalam diriku bahwa sekarang sudah berganti bulan. Karena aku tidak terlalu menikmati September. Terlalu banyak yang sudah terjadi dan membuatku kecewa. Dan sedih juga. Tentunya banyak hal-hal bodoh yg sudah aku lakukan, dan sekarang aku sangat menyesalinya. Contohnya seperti :
1. Aku kehilangan seseorang yang aku suka
2. Aku suka dengan seseorang yang salah
3. Dia memberiku harapan-harapan palsu
4. Hampir setiap hari aku mengutuk diriku sendiri, kenapa aku bisa menyukainya
5. Aku tetap mengharapkannya di saat dia mulai mendekati gadis lain
6. Karena di bulan September banyak temanku yang berulang tahun, otomatis aku harus menghabiskan banyak uang untuk membeli kado
7. Aku kekurangan uang
8. Aku bodoh
9. Hampir semua ulanganku remedial
10. Aku mendapatkan peringatan dari papa untuk tidak terlalu sering berpergian

Dari semuanya, yang paling tidak masuk akal adalah nomor 10. Kenapa? Karena aku sendiri tidak merasa kalau aku sering berpergian. Hey...untuk nonton TV saja aku harus mencuri-curi waktu. Karena waktuku habis dimakan tugas-tugas sekolah. Dan jangan tanyakan aku siapa 'Dia'. Aku tidak akan menjawabnya. Tentang uang, tentu saja aku sangat membutuhkannya. Aku berhutang banyak dengan mama. Dan aku heran kenapa baru kali ini mama sangat mempermasalahkan uang. Padahal biasanya mama biasa saja. Kurasa September tahun ini bukanlah Septemberku. Maka dari itu, aku sangat senang bahwa September sudah berakhir. Aku harap semua hal-hal buruk itu ikut berakhir dan cepat pergi.

Untuk merayakan berakhirnya bulan September, aku memotong pendek rambutku. Itu aku lakukan di malam terakhir bulan September. Sebenarnya aku lebih menganggap semua ini sebagai aksi buang sial, bukannya perayaan. Aku kuga tidak tahu kenapa, tapi yang pasti aku sangat ingin potong rambut. Kenapa aku potong pendek? Sebenarnya itu tidak sengaja. Awalnya aku hanya ingin merapikan rambutku yang ujung-ujungnya bercabang. Aku sudah bilang kepada Si Tante yang memotong rambutku kalau ujung-ujungnya saja yang dipotong, tapi ternyata dia tidak cukup mengerti maksudku dan akibatnya jadilah rambutku menjadi pendek. Tapi aku tidak terlalu mempermasalahkannya, malahan jadinya sangat cocok untukku. Aku suka rambut baruku.

Dan aku harap, setelah bulan September berlalu dan setelah aku memotong rambutku, semua hal menjadi lebih baik kedepannya. Semoga sebagai awal bulan Oktober, ujian tengah semester ku dapat berjalan lancar dan aku bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Dan yang terpenting, semoga semua bayangan tentang Dia bisa secepatnya memudar dan aku ingin jatuh cinta lagi. Tentunya dengan seseorang yang benar.



Selamat tinggal September, sayang sekali kali ini kamu bukan September ceriaku.
Selamat datang Oktober, yang sangat aku nanti-nantikan.




Di kamarku - 23.16. Aku sudah terbaring di tempat tidur dengan headset terpasang di kedua telingaku, dan Soulvibe sedang menyanyikan sebuah lagu untukku. Doaku malam ini adalah semoga ujian fisika dan sejarah ku besok pagi dapat berjalan lancar dan aku bisa memngerjakannya. Amin. Selamat malam :)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pangeran Kecilku

Kita sudah saling mengenal sejak kita masih kecil. Seperti nya saat itu aku masih SD/TK dan kamu masih SD.


Pertama kali kita bertemu di acara pernikahan om ku dengan tante kamu. Di acara itu aku, kamu dan sepupu perempuan ku menjadi peri kecil yang menemani pengantin. Aku ingat saat itu aku memakai dress batik berpotongan backless dan kamu memakai tuxedo warna hitam serta sepatu pantofel hitam. Saat mengantar om ku dan tante kamu ke pelaminan, kamu berjalan di tengah-tengah antara aku dan sepupuku. Aku dan sepupuku bertugas melempari bunga-bunga melati ke jalan menuju pelaminan.

Saat itu kita tidak terlalu mengenal dan diam-diam aku akhirnya tahu namamu. Kamu dipanggil Bobos. Kamu memiliki tinggi tubuh yang tak jauh dariku, kulit kamu sawo matang, dan rambut kamu tidak gondrong. Kamu tidak jelek, kamu sangat manis. Dan satu lagi, kamu meiliki gigi yang putih dan rapi.

Alhasil, sepanjang acara itu aku selalu memperhatikanmu, namun aku tidak berani mengajakmu berbicara. Aku sangat malu. Padahal ada banyak pertanyaan di pikiranmu tentang kamu. Dan aku sangat penasaran akan kamu. Akhirnya aku hanya bisa membahas tentang dirimu dengan sepupuku. Kita diam-diam membicarakanmu. Saat itu, aku tidak tahu apakah sepupuku juga tertarik denganmu atau tidak, tapi kalau pun iya, aku akan dengan rela berbagi dengannya. Ya begitulah anak-anak.

***

Tahun demi tahun sudah terlewati. Aku dan kamu sekarang bukan anak kecil lagi. Kita tidak sering bertemu. Mungkin dalam setahun tidak lebih dari 5x pertemuan. Kita bertemu di saat acara keluarga atau acara ulang tahun Chika, anak om dan tanteku (yang juga om dan tante kamu), yang artinya hanya terjadi sekali dalam setahun. Dan tetap saja, kita hanya diam-diaman dan tidak ada diantara kita berdua yang memulai obrolan terlebih dahulu. Namun kurasa kita sama-sama malu. Terkadang aku iri dengan mama ku. Dia bisa mengobrol dengan ibu nya. Sedangkan aku tidak.

Aku dan kamu bertemu lagi waktu itu pada tanggal 26 Desember 2010. Saat itu adikku sedang sunat, dan papa merayakannya besar-besaran di Aula RS. Dharmais. Acara nya tidak jauh beda seperti acara pernikahan. Saat itu aku, adikku, papa dan mama duduk di atas pelaminan, dan dengan sekilas dan sangat cepat aku tidak sengaja melihatmu jauh di dalam kerumunan orang-orang dan kamu melihatku juga. Namun hanya terjadi beberapa detik saja. Dan sampai acara selesai aku tidak berhasil menemukanmu lagi. Semua rasa kecewa dengan rela aku telan bulat-bulat.

Dan hari ini, siang ini, aku bertemu denganmu lagi. Itu pun karena ada acara ulang tahun Chika. Sebenarnya saat aku tahu tentang acara itu, dengan secepat kilat aku sudah mengira kalau kamu pasti datang. Dan benar saja, kamu datang setengah jam lebih lama darpada aku. Masih segar rasanya ingatanku tentangmu tadi siang. Kamu tidak banyak berubah dibanding dengan kamu yang aku lihat saat acara sunatan adikku tahun lalu. Kamu masih memiliki gigi putih dan rapi, sekarang kamu lebih hitam tapi tetap manis di mataku. Sekarang kamu lebih tinggi daripada aku, dan rambut kamu sedikit gondrong namun rapi. Kamu memakai T-shirt warna coklat, jeans biru dongker dan sepatu converse hitam yang bertali putih.

Kita berada di tempat yang sama namun lagi-lagi kita tetap diam-diaman. Kalau tidak salah, dari pertama kali kita bertemu sampai hari ini, kita belum pernah mengobrol. Oh, sangat menyedihkan. Dan sesekali mataku dan matamu saling bertubrukan. Dan setiap hal itu terjadi, tiba-tiba saja namamu muncul di pikiranku. Aku hanya dapat memperhatikanmu dan aku menjadi sangat jaim didekatmu. Tiba-tiba aku berpikir, kira-kira kamu sudah punya pacar atau belum ya. Semoga saja belum. Ya Tuhan semoga saja belum.

Dan satu hal yang membuat pertemuanku dengan kamu menjadi lebih bermakna adalah kamu menyalami ku saat kamu berpamitan pulang. Rasanya aku masih bisa merasakan tanganmu walaupun kejadian itu sudah lewat. Seketika aku sangat sedih menyadari bahwa pertemuan kita sudah selesai. Seakan waktu berjalan sangat cepat.

Aku masih kangen kamu. Aku harap secepatnya kita bisa bertemu lagi..



...Ya Tuhan aku berharap suatu saat nanti aku dan dia bisa mengobrol dengan leluasa dan apa pun yang terjadi setelah itu, aku dan dia semakin dekat dan saling mengenal lebih jauh, amin....





Di kamarku - 23.00. Aku mencuri-curi waktu untuk menulis blog karena mama sudah bawel menyuruhku tidur. Dan Good Night xD