Tampilkan postingan dengan label cinta.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta.. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

Broken

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku


***


Jadi kronologis kenapa gue tiba-tiba nge-post secuplik lirik di atas itu adalah waktu gue bimbel dan pas jam istirahat, speaker nya menyanyikan lagu Pupus dari Dewa 19. Dan ya....liriknya sangat menyindir dan menusuk. Saat itu juga gue merasa sangat....menyedihkan.




Di Kamarku - 00.26.

Minggu, 13 November 2011

Love Isn't Just 'Love'



Mencintai....menurutmu mencintai itu apa? Memberikan seluruh jiwamu kepada seseorang yang kamu cintai? Merelakan dirimu dimiliki seutuhnya oleh seseorang yang kamu cintai? atau...membisikannya "Aku cinta kamu"?

Mencintai bukanlah sekedar mencintai saja. Mencintai juga bukan sekedar kata cinta yang dilontarkan dari bibirmu. Mencintai lebih kepada bagaimana kamu memperlakukan orang yang kamu cintai dengan sebaik-baiknya, dengan kasih sayang, dengan cinta. Mencintai berarti rela membagi ruang hatimu dengannya, bahkan seluruhnya. Karena mencintai itu belajar untuk berbagi, untuk adil.

Mencintai juga bukan sekedar perasaan yang tiba-tiba tumbuh saja tanpa kita ketahui. Mencintai berarti berani menerima kekurangan nya, luar dan dalam. Karena sebelum kamu mengatakan 'Cinta', kamu harus memastikan kalau kamu tahu dirinya seutuhnya. Karena mecintai adalah saling mengerti.

Mencintai tidak egois. Mencintai itu membuat orang yang kamu cinta bahagia. Bukannya menganggap nya sebagai tahanan. Yang selalu dilarang untuk ini untuk itu. Karena mencintai tidak membatasi seseorang untuk melakukan hal apa pun.

Namun mencintai tidak selamanya harus berbunga-bunga atau deg-degan. Terkadang mencintai itu menyakitkan. Dimana kamu tidak dapat melepas orang yang kamu cintai itu dari hatimu. Ketika perasaan itu sudah terlanjur tertanam cukup dalam. Karena mencintai itu sebuah pengorbanan, yang harus dilalui dengan hati yang lapang.




Mencintai bukan sekedar kata 'Cinta'. Melainkan bagaimana kamu membuatnya selalu tersenyum walaupun kamu tidak pernah membisikannya "Aku cinta kamu" di telinga nya. Karena mencintai itu ikhlas.




Di Kamarku - 21.07.

Rabu, 02 November 2011

Jatuh Cinta

Jatuh cinta. Menyimpan banyak arti yang tersembunyi. Tergantung darimana kita menilai dan memahaminya. Aku saja tidak tahu seperti apa itu jatuh cinta. Aku tidak pernah melihatnya, bahkan menyentuhnya. Apa jatuh cinta itu rasa nya seperti mendapat sesuatu yang kita damba-dambakan? Apa jatuh cinta itu sebuah permainan yang kalau bosan dengan mudahnya dapat ditinggalkan? Atau....apa jatuh cinta itu rasanya seperti kopi? Rasanya manis sekaligus pahit?

Aku memang tidak pernah melihatnya dan menyentuhnya, namun aku pernah merasakannya. Sedang. Namun aku tidak tahu jatuh cinta apa yang sedang aku alami. Tapi yang pasti, aku akan bertingkah sangat bodoh atau jaim bila berada di dekatnya. Aku akan tergagap ketika berbicara dengannya. Aku akan melihat kesana-kemari ketika Dia sedang menatapku. Aku akan mencari-cari sosoknya diantara kerumunan orang-orang. Bahkan aku selalu melihatnya diam-diam selama jam pelajaran. Jadi, jatuh cinta apa ini?

Mungkin sebenarnya jatuh cinta itu adalah setiap hal selalu bersangkutan dengan Dia. Tak peduli hal apa yang sedang kita lakukan. Tak peduli seberapa penting hal yang sedang kita kerjakan. Pasti, namanya akan selalu ada di dalam pikiran. Seakan dengan memikirkannya kita dapat merasakannya berada di dekat kita. Dan secara tak langsung telah menyemangati setiap hal yang sedang kita lakukan.

Tapi...apa jatuh cinta harus saling memiliki? Dan kenapa jatuh cinta harus saling memiliki? Pertanyaan itu selalu muncul akhir-akhir ini tanpa kuminta. Aku bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Namun satu hal yang kutahu, bahwa jatuh cinta itu tidak bisa dipaksa dan memaksa. Karena jatuh cinta adalah sebuah persetujuan dari dua pribadi yang berbeda. Ibarat sepatu yang selalu berdampingan, kanan dan kiri. Yang tidak akan berguna bila salah satunya hilang.

Jatuh cinta adalah harapan. Harapan yang datang dari setiap orang yang merasakannya. Terkadang harapan itu tidak selalu terjawab sesuai keinginan. Pada akhirnya, rasa kecewalah yang menggantikannya. Namun rasa kecewa itu tidak mungkin akan langsung membunuh harapan itu. Karena harapan-harapan tersebut terbentuk dari perasaan yang kuat. Dan aku mengerti bagaimana rasanya, karena ya....aku sedang mengalaminya juga.

Seperti namanya, jatuh cinta, kita memang terjatuh. Namun tergantung kita jatuh ke lubang yang mana. Ketika harapan itu terjawab, kita akan terjatuh ke lubang kebahagiaan. Sebaliknya, jika harapan itu digantungkan terlalu tinggi dan tidak terjawab maka kita akan jatuh ke lubang kesedihan. Maka berhati-hatilah. Jangan bermain-main dengan jatuh cinta.


Kurasa aku tidak salah ketika aku bilang jatuh cinta mempunyai banyak arti. Dan tentunya sangat membingungkan dan merepotkan. Jadi kusarankan, ketika kamu sedang jatuh cinta, berhati-hatilah jangan sampai tersesat.



Di Kamar - 21.48.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pangeran Kecilku

Kita sudah saling mengenal sejak kita masih kecil. Seperti nya saat itu aku masih SD/TK dan kamu masih SD.


Pertama kali kita bertemu di acara pernikahan om ku dengan tante kamu. Di acara itu aku, kamu dan sepupu perempuan ku menjadi peri kecil yang menemani pengantin. Aku ingat saat itu aku memakai dress batik berpotongan backless dan kamu memakai tuxedo warna hitam serta sepatu pantofel hitam. Saat mengantar om ku dan tante kamu ke pelaminan, kamu berjalan di tengah-tengah antara aku dan sepupuku. Aku dan sepupuku bertugas melempari bunga-bunga melati ke jalan menuju pelaminan.

Saat itu kita tidak terlalu mengenal dan diam-diam aku akhirnya tahu namamu. Kamu dipanggil Bobos. Kamu memiliki tinggi tubuh yang tak jauh dariku, kulit kamu sawo matang, dan rambut kamu tidak gondrong. Kamu tidak jelek, kamu sangat manis. Dan satu lagi, kamu meiliki gigi yang putih dan rapi.

Alhasil, sepanjang acara itu aku selalu memperhatikanmu, namun aku tidak berani mengajakmu berbicara. Aku sangat malu. Padahal ada banyak pertanyaan di pikiranmu tentang kamu. Dan aku sangat penasaran akan kamu. Akhirnya aku hanya bisa membahas tentang dirimu dengan sepupuku. Kita diam-diam membicarakanmu. Saat itu, aku tidak tahu apakah sepupuku juga tertarik denganmu atau tidak, tapi kalau pun iya, aku akan dengan rela berbagi dengannya. Ya begitulah anak-anak.

***

Tahun demi tahun sudah terlewati. Aku dan kamu sekarang bukan anak kecil lagi. Kita tidak sering bertemu. Mungkin dalam setahun tidak lebih dari 5x pertemuan. Kita bertemu di saat acara keluarga atau acara ulang tahun Chika, anak om dan tanteku (yang juga om dan tante kamu), yang artinya hanya terjadi sekali dalam setahun. Dan tetap saja, kita hanya diam-diaman dan tidak ada diantara kita berdua yang memulai obrolan terlebih dahulu. Namun kurasa kita sama-sama malu. Terkadang aku iri dengan mama ku. Dia bisa mengobrol dengan ibu nya. Sedangkan aku tidak.

Aku dan kamu bertemu lagi waktu itu pada tanggal 26 Desember 2010. Saat itu adikku sedang sunat, dan papa merayakannya besar-besaran di Aula RS. Dharmais. Acara nya tidak jauh beda seperti acara pernikahan. Saat itu aku, adikku, papa dan mama duduk di atas pelaminan, dan dengan sekilas dan sangat cepat aku tidak sengaja melihatmu jauh di dalam kerumunan orang-orang dan kamu melihatku juga. Namun hanya terjadi beberapa detik saja. Dan sampai acara selesai aku tidak berhasil menemukanmu lagi. Semua rasa kecewa dengan rela aku telan bulat-bulat.

Dan hari ini, siang ini, aku bertemu denganmu lagi. Itu pun karena ada acara ulang tahun Chika. Sebenarnya saat aku tahu tentang acara itu, dengan secepat kilat aku sudah mengira kalau kamu pasti datang. Dan benar saja, kamu datang setengah jam lebih lama darpada aku. Masih segar rasanya ingatanku tentangmu tadi siang. Kamu tidak banyak berubah dibanding dengan kamu yang aku lihat saat acara sunatan adikku tahun lalu. Kamu masih memiliki gigi putih dan rapi, sekarang kamu lebih hitam tapi tetap manis di mataku. Sekarang kamu lebih tinggi daripada aku, dan rambut kamu sedikit gondrong namun rapi. Kamu memakai T-shirt warna coklat, jeans biru dongker dan sepatu converse hitam yang bertali putih.

Kita berada di tempat yang sama namun lagi-lagi kita tetap diam-diaman. Kalau tidak salah, dari pertama kali kita bertemu sampai hari ini, kita belum pernah mengobrol. Oh, sangat menyedihkan. Dan sesekali mataku dan matamu saling bertubrukan. Dan setiap hal itu terjadi, tiba-tiba saja namamu muncul di pikiranku. Aku hanya dapat memperhatikanmu dan aku menjadi sangat jaim didekatmu. Tiba-tiba aku berpikir, kira-kira kamu sudah punya pacar atau belum ya. Semoga saja belum. Ya Tuhan semoga saja belum.

Dan satu hal yang membuat pertemuanku dengan kamu menjadi lebih bermakna adalah kamu menyalami ku saat kamu berpamitan pulang. Rasanya aku masih bisa merasakan tanganmu walaupun kejadian itu sudah lewat. Seketika aku sangat sedih menyadari bahwa pertemuan kita sudah selesai. Seakan waktu berjalan sangat cepat.

Aku masih kangen kamu. Aku harap secepatnya kita bisa bertemu lagi..



...Ya Tuhan aku berharap suatu saat nanti aku dan dia bisa mengobrol dengan leluasa dan apa pun yang terjadi setelah itu, aku dan dia semakin dekat dan saling mengenal lebih jauh, amin....





Di kamarku - 23.00. Aku mencuri-curi waktu untuk menulis blog karena mama sudah bawel menyuruhku tidur. Dan Good Night xD