Tampilkan postingan dengan label teenagers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teenagers. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Geek Party

...Last Friday night, yeah we danced on tabletops...


























Jadi, jumat kemarin, temenku namanya Nadine (berkostum India), bikin 17th birthday party yang temanya Geek. Bertempat di Phoenix Cafe, di daerah Kebayoran Baru.

Semua orang berpakaian seperti kutu buku dan culun. Walaupun ada beberapa yang salah kostum. Aku pakai kemeja kotak-kotak yang luarnya ditambah cardigan hitam. Untuk bawahannya, aku pakai rok bahan rempel warna hitam dan tight hitam juga. Sepatu nya, aku pakai high heels warna cream setinggi 10cm. Terkadang merasa terganggu pakai heels saat loncat-loncat tapi itu bukan masalah besar. Oh iya, aku juga pakai kacamata hitam kesayanganku.

Teman-temanku juga tidak kalah geek. Bahkan, ada yang sangat aneh saking geek-nya. Ini salah satu contohnya:







Namun, walaupun sudah tampil se-geek itu, mereka bukan salah satu dari 3 yang mendapat nominasi ter-geek. Kalau kata teman sebangku-ku, "udah geek banget tapi ga menang, mendingan geek nya biasa aja tapi ga menang!". Dia benar juga kupikir.

Acaranya dimulai dengan pidato singkat dari ibu nya Nadine, yang dilanjutkan tiup lilin, baca doa dan slide show foto-foto Nadine dari bayi sampai sekarang. Lalu, kami dipersilahkan makan. Aku mengambil tempat untuk makan di luar. Seperti biasa, aku juga menghabiskan waktu disana dengan foto-foto dengan teman-temanku.

Setelah makan, kami semua dikumpulkan lagi di ruang utama. Yang terdiri dari, pojokan kecil tempat untuk band, perlatan DJ, sofa-sofa, dan bar. Disana, acara nya diisi dengan band-band, dan pemutaran slide show ucapan Happy Birthday dari teman-teman sekolah. Yang diakhiri dengan dimulainya jedag-jedug. Tanpa aba-aba, semua orang langsung turun ke lantai dansa dan menggoyangkan tubuh mereka seirama dengan musik yang diputar oleh sang DJ. Aku pun tak mau buang waktu dan langsung membaur dengan yang lain.

Kira-kira setengah jam berada disana. Musik dihentikan, dan semua orang kembali ke tempat duduk mereka dan sebagian berkerumun di bar karena kehausan. Ternyata, sang MC mau mengumumkan siapa saja yang menjadi 3 ter-geek. Terasa semua orang sangat penasaran. Begitu pula aku.

Dan yang diumumkan sebagai juara 3 adalah Lia. Aku tidak tahu dia mendapat hadiah apa, karena saat itu kadonya masih terbungkus kertas coklat. Ini dia fotonya.



Juara 2 nya adalah Reyhan. Dia mendapat hadiah DVD Player. Ini dia fotonya.



Dan ternyata yang menjadi juara 1 nya adalah sahabatku sendiri, yaitu Bimo. Dan betapa mengagetkan, ternyata dia mendapat iTouch sebagai hadiahnya. Aku tahu, kalau dia pasti sangat senang. Beruntung sekali. Aku jadi iri. Dan ini dia fotonya.




Dan setelah pengumuman itu, aku pamit pulang. Aku pulang sekitar pukul setengah 12 malam dan baru sampai di rumah jam 1 malam.

Acaranya cukup menyenangkan dan benar-benar me-refresh pikiran dan tubuhku, mengingat minggu ini urusan sekolahku akan sangat padat dan menyibukkan. Dan minggu depan sudah mulai UTS. Jadi kupikir, puas-puaskan dulu karena beberapa minggu ke depan akan menyita waktu sangat banyak dan hanya sedikit waktu untuk bersenang-senang.




DI kamar - 21.36. Akhirnya bisa posting lagi setelah mengerjakan pr Biologi yang segunung. Dan setelah postingan ini selesai, aku mau segera tidur, karena mataku sudah 5 watt. Selamat membaca :)

Jumat, 23 September 2011

Jam-jam Malas

Aku termenung, duduk di bangku kelas
Dikelilingi teman-teman yang sedang asyik bermain kartu
Headset tergantung di kupingku
Dan dengan indahnya, lagu-lagu bernyanyi untukku
Padahal mereka tidak mengenalku
Aku pun sedang tidak mood untuk melakukan apa pun
Di depan kelas, seseorang sedang menjelaskan sesuatu
Dan hanya baris ke satu dan kedua saja yang terisi
Itu pun bolong-bolong
Dasar anak SMA
Mau seenaknya saja



Sekolah - 11.01. Pelajaran fisika, yang mengajar guru yang sedang PKL jadi tidak terlalu serius, murid-muridnya.

Senin, 19 September 2011

Dia

Bel pulang sekolah seakan mengingatkan murid-murid yang berada di dalam kelas bahwa sekolah telah usai. Saat itu, dari sudut mataku, aku melihatmnya keluar kelas lebih dulu dari yang lainnya dan terlihat terburu-buru. Mungkin dia kebelet pipis, atau mungkin sudah ditunggu oleh salah satu temannya yang menagih janji makan siang bersama. Dan masih banyak kemungkinan yang mondar-mandir dalam pikiranku. Pada akhirnya mereka semua terlupakan karena aku teringat untuk mengambil barangku yang kutaruh di loker.

Aku melewati pintu kelas dan terlihatlah dia sedang berada diluar kelas, sendirian dan sedang tidak melakukan apa-apa. Yang artinya, terlambat bagiku untuk mengalihkan pandangan mataku darinya, karena dia terlanjur melihatku juga. Hanya beberapa detik sepertinya kami saling menatap, yang terasa sangat lambat. Tak ada alasan lain bagiku untuk tidak jalan terus menuju lokerku yang hanya berjarak 10 meter darinya. Rasa gugup dan takut bercampur menjadi satu di dalam dadaku saat aku dengan susah payah berusaha untuk bersikap sewajarnya ketika melewatinya.

Sesampainya di loker, aku menyelesaikan urusanku dan terperangkap dalam obrolan singkat dengan temanku yang tak sengaja lewat di dekatku. Hanya perasaanku saja atau bukan, aku rasa dia sedang menatapku dari tempatnya berdiri tadi. Dengan sengaja aku memutar tubuhku dengan cepat kearah nya dan benar saja, dia sedang menatapku.

Dan lagi-lagi, aku harus melewatinya lagi untuk menuju ke kelas. Aku sebal sekali karena rasa gugup itu tak kunjung hilang, namun makin bertambah. Alhasil, aku hanya menatap ke arah lain selagi melewatinya. Rasanya, letak kelas ku itu begitu jauh dan lama sekali sampai nya. Akhirnya aku sampai kelas lagi dengan rasa gugup yang masih sangat terasa.

Aku menuju mejaku dan dengan cekatan memasukkan semua barang-barangku ke dalam tas. Setelah semuanya selesai, aku membalikkan tubuhku untuk bergegas pulang, dan tiba-tiba saja dia sudah berada dihadapanku. Belum sempat mengatur napas dan emosiku, dia bertanya kepadaku dengan mudahnya tentang suatu hal yang seharusnya dengan mudah aku jawab pada keadaan normal, namun keadaanku sangat tidak normal untuk menjawab pertanyaan apa pun. Seakan-akan semuanya buram, sunyi, dan hanya ada kami saja disana. Seakan-akan aku membisu seketika dan dengan tergagap menjawab perntanyaan nya itu. Aku tak terlalu ingat apa saja yang aku ucapkan kepada nya, bisa mengatakan 1 kata saja sudah sangat beruntung bagiku. Dan yang terpenting aku tidak terlihat seperti patung dihadapannya. Itu saja yang aku minta kepada Tuhan.

Sepertinya Tuhan tahu kalau aku sangat butuh bantuannya, karena pada waktu yang tepat temanku lewat di dekatku. Rasa gugupku berkurang sedikit. Tanpa pikir panjang, aku menariknya mendekat dan dengan cepat mengulangi pertanyaan nya. Temanku dengan lancar menjawab pertanyaan nya dan langsung mendapat anggukan yang menunjukan bahwa pemilik pertanyaan itu sudah puas dengan jawabannya. Dengan suara serak dan terbata-bata aku berhasil berpamitan dengannya dan dengan perasaan gugup aku berjalan keluar dari kelas, meninggalkannya.

Sepanjang jalan menuruni tangga sekolah, sepertinya dadaku ingin meledak saking kerasnya berdegup. Untung saja temanku yang baik hati itu tidak mendengar sedikit pun bunyinya. Sepertinya, bertruk-truk coklat juga tak akan cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasihku. (Mungkin ini lebay, jadi lupakan saja)

Aku tak habis pikir, kenapa semua yang sudah terjadi beberapa saat lalu bisa terjadi kepadaku. Aku juga sudah mengira bahwa efek dari semua itu akan bertahan lama. Buktinya, sepanjang hari itu hanya kejadian itu saja yang berhasil menarik perhatianku. Seakan-akan memang kejadian itu ditakdirkan untuk dipikirkan berkali-kali. Bahkan waktu tidurku pun terganggu.

***

Berdiri beberapa saat dihadapanmu seakan memberitahuku bahwa kamu sangat tinggi, sampai-sampi aku harus mendongakan kepalaku agar bisa menatap matamu. Terlihat sepatu hitam berlist merah sedang kamu pakai saat itu dan untuk kesekian kalinya aku berpendapat bahwa kamu suka warna merah.



Mungkin aku sok tahu, tapi aku juga hobby memperhatikanmu.




Di kamarku - 22.31. Aku sudah berbaring di tempat tidurku yang sangat nyaman ini dan kurasa aku harus menyelesaikan tulisanku ini skrg juga. Dan baru saja selesai, jadi sekarang saatnya aku untuk tidur. Selamat malam.